Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Wall Street hijau, pelaku pasar tak melihat akan ada balasan dari Rusia

PT BESTPROFIT Bursa saham AS, Wall Street, ditutup lebih tinggi pada hari Senin (16 April 2018) dengan lompatan angka indeks terbesar dari sektor teknologi dan kesehatan. Investor optimistis terhadap musim pelaporan laba dan tampak kurang khawatir lagi tentang serangan rudal yang dipimpin AS di Suriah. 

Serangan udara akhir pekan menandai intervensi terbesar oleh negara-negara Barat terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya Rusia, yang menghadapi sanksi ekonomi lebih lanjut atas perannya dalam konflik. 

Harga saham menurun pada hari Jumat pekan lalu karena kekhawatiran tentang Suriah. Namun para investor tampaknya kurang khawatir tentang kemungkinan akan ada pembalasan dari Rusia, sekutu Assad, karena tidak ada satu pun balasan pada akhir pekan. BEST PROFIT

"Kondisi geopolitik tenang," kata Tim Ghriskey, Kepala Strategi Investasi di Inverness Counsel di New York. "Ada banyak antisipasi tentang pertumbuhan laba yang sangat kuat di kuartal ini. Itu mungkin menarik trader dan bahkan investor jangka panjang untuk kembali ke pasar.

Perusahaan-perusahaan yang masuk daftar S&P 500 diperkirakan melaporkan lompatan 18,6% dalam laba kuartal pertama 2018 ini, secara rata-rata. Ini akan menjadi  kenaikan terbesar dalam tujuh tahun, menurut data Thomson Reuters. BESTPROFIT

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 212,9 poin (0,87%) menjadi 24.573,04. Lalu, S&P 500 naik 21,54 poin (0,81%) menjadi 2.677,84 dan Nasdaq Composite menambahkan 49,64 poin (0,7%) menjadi 7.156,29.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini