Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Laba Liga Premier Inggris mencetak rekor


PT BESTPROFIT Setelah musim sebelumnya merugi, klub sepakbola Liga Premier Inggris membukukan kinerja mentereng di musim kompetisi 2016-2017. Kenaikan kinerja tersebut karena nilai transaksi hak siar yang mencapai level tertinggi.Menurut data Deloitte yang dikutip BBC, pendapatan Liga Premier Inggris mencapai 4,5 miliar pada musim 2016-2017. 

Sementara laba sebelum pajak tercatat 500 juta. Laba ni mencetak rekor setelah pada periode sebelumnya menderita rugi (lihat tabel).Meski biaya upah meningkat 9% menjadi 2,5 miliar, namun mampu diimbangi dengan kenaikan pendapatan sebesar 25%. Biaya upah itu berupa biaya gaji pemain sepakbola Liga Inggris.

Pendapatan meningkat salah satunya bersumber dari pendapatan hak siar yang membesar. Hak siar Liga Inggris untuk musim kompetisi 2016 sampai 2019 mendatang mencapai 5,13 miliar. Hak siar ini dimenangkan oleh Sky dan BT. Sementara itu hasil lelang hak siar domestik untuk musim kompetisi 2019–2022 justru lebih kecil yakni 4,46 miliar.  BEST PROFIT

"Meskipun hingga saat ini, pertumbuhan transaksi hak siaran domestik masih kurang. Kami masih berharap melihat pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan di musim mendatang. Dan jika ini dilengkapi dengan pengendalian biaya yang bijaksana, kami yakin laba sebelum pajak akan tercapai untuk masa mendatang," kata Dan Jones, Kepala Deloitte Sport Business Group seperti dikutip BBC. 

Jones menambahkan, klub Liga Inggris harus mengantisipasi biaya upah akan terus meningkat di musim mendatang. "Kami tak memperkirakan kenaikan akan di tingkat membahayakan profitabilitas Premier League secara keseluruhan," kata dia.Menurut Jones, kenaikan upah yang signifikan cenderung terjadi pada tahun sebelum dimulainya siklus lelang hak siar yang dilakukan setiap tiga tahun sekali. Dan setelah lelang hak siar, dijamin pendapatan akan lebih besar. BESTPROFIT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini