Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Laba Liga Premier Inggris mencetak rekor


PT BESTPROFIT Setelah musim sebelumnya merugi, klub sepakbola Liga Premier Inggris membukukan kinerja mentereng di musim kompetisi 2016-2017. Kenaikan kinerja tersebut karena nilai transaksi hak siar yang mencapai level tertinggi.Menurut data Deloitte yang dikutip BBC, pendapatan Liga Premier Inggris mencapai 4,5 miliar pada musim 2016-2017. 

Sementara laba sebelum pajak tercatat 500 juta. Laba ni mencetak rekor setelah pada periode sebelumnya menderita rugi (lihat tabel).Meski biaya upah meningkat 9% menjadi 2,5 miliar, namun mampu diimbangi dengan kenaikan pendapatan sebesar 25%. Biaya upah itu berupa biaya gaji pemain sepakbola Liga Inggris.

Pendapatan meningkat salah satunya bersumber dari pendapatan hak siar yang membesar. Hak siar Liga Inggris untuk musim kompetisi 2016 sampai 2019 mendatang mencapai 5,13 miliar. Hak siar ini dimenangkan oleh Sky dan BT. Sementara itu hasil lelang hak siar domestik untuk musim kompetisi 2019–2022 justru lebih kecil yakni 4,46 miliar.  BEST PROFIT

"Meskipun hingga saat ini, pertumbuhan transaksi hak siaran domestik masih kurang. Kami masih berharap melihat pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan di musim mendatang. Dan jika ini dilengkapi dengan pengendalian biaya yang bijaksana, kami yakin laba sebelum pajak akan tercapai untuk masa mendatang," kata Dan Jones, Kepala Deloitte Sport Business Group seperti dikutip BBC. 

Jones menambahkan, klub Liga Inggris harus mengantisipasi biaya upah akan terus meningkat di musim mendatang. "Kami tak memperkirakan kenaikan akan di tingkat membahayakan profitabilitas Premier League secara keseluruhan," kata dia.Menurut Jones, kenaikan upah yang signifikan cenderung terjadi pada tahun sebelum dimulainya siklus lelang hak siar yang dilakukan setiap tiga tahun sekali. Dan setelah lelang hak siar, dijamin pendapatan akan lebih besar. BESTPROFIT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025