Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Pelajaran berharga dari Warren Buffett: Jangan mengutang seperti Donald Trump

PT BESTPROFIT CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett pada 1991 silam mengatakan bahwa Donald Trump meminjam banyak uang dan tidak tahu bagaimana cara menanganinya. Buffett mengungkapkan hal ini saat ditanya oleh siswa Notre Dame mengenai masalah bisnis Trump yang bangkrut saat sesi tanya jawab.  
 
Baru-baru ini, mantan hedge fund manager Whitney Tilson mengunggah sebuah transkrip dari tiga pelajaran yang diberikan Buffett di Notre Dame pada 27 tahun lampau. Buffet, yang saat ini memiliki nilai kekayaan lebih dari US$ 80 miliar dan menjadi salah satu miliarder dunia, mengkritisi orang yang menjadi presiden AS saat ini.  

Di mana kesalahan Donald Trump? Masalah terbesar dengan Donald Trump adalah dia tidak pernah melakukan hal dengan benar. Pada dasarnya membayar dana berlebih untuk properti, namun dia mendapatkan orang yang mau meminjamkan uang kepadanya. Dia sangat hebat dalam meminjam uang. Jika Anda melihat asetnya, dan apa yang ia bayarkan kepada mereka, dan apa yang dia pinjam untuk mendapatkannya, tidak ada keseimbangan yang riil di sana," jelas Buffett, seperti dikutip dari newsmax.com. BEST PROFIT

Kemudian, Buffett mengatakan, masalah Trump berkaitan dengan nilai utang yang sangat besar.Saya banyak melihat orang gagal karena likuiditas dan menumpuknya utang. Dia menganggap enteng dengan seberapa besar uang yang dapat dia pinjam, dan dia tidak memikirkan dengan cermat seberapa banyak uang yang dapat ia bayarkan kembali," kata Buffett.  

Asal tahu saja, bisnis real estate milik Trump mengajukan kebangkrutan sebanyak enam kali antara 1991 dan 2009 setelah perusahaan tidak lagi mampu membayar pinjaman. Daftar perusahaan yang bangkrut meliputi Trump Taj Mahal di 1991 dan tiga properti yang mengajukan kebangkrutan pada 1992, yakni Trump Plaza Hotel dan Casino, Plaza Hotel, dan Trump Castle and Casino. BESTPROFIT

Buffett juga mengatakan kepada siswa agar menggunakan model bisnisnya sendiri untuk sukses dan berinvestasi tanpa menggunakan utang.  Anda tidak membutuhkan utang terlalu banyak di dunia. Jika Anda pintar, Anda bisa menghasilkan banyak uang tanpa harus meminjam. Saya tidak pernah meminjam uang dengan jumlah besar selama hidup saya. Tidak pernah dan tidak akan pernah. Saya tidak tertarik," kata Buffett seperti yang dikutip dari CNBC.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025