Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

AS Sanksi 7 Pejabat dan 14 Entitas Rusia Atas Kasus Navalny

 

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap tujuh pejabat senior Rusia atas tuduhan terlibat meracuni tokoh oposisi Alexei Navalny.

 

Ketujuh pejabat tersebut termasuk kepala dinas keamanan FSB dan 14 entitas Rusia. Kendati demikian, pemerintahan Presiden Joe Biden tidak seara langsung menjatuhi sanksi terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Komunitas intelijen menilai dengan keyakinan tinggi bahwa petugas Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia menggunakan agen saraf untuk meracuni pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny," kata juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki.

 

Mengutip Reuters, ketujuh nama yang terkena sanksi dari Departemen Keuangan AS yakni Direktur FSB Alexander Bortnikov, kepala direktorat kebijakan domestik Andrei Yarin, wakil menteri pertahanan Alexei Krivurochko, Pavel Popov, mantan perdana menteri yang kini menjadi wakil kepala staf pertama Putin Sergei Kiriyenko, direktur layanan penjara federal Alexander Kalashnikov, dan jaksa agung Igor Krasnov.

Sanksi ini sekaligus membekukan semua aset milik ketujuh pejabat Rusia yang berada di bawah yurisdiksi AS.

Kendati demikian, tidak jelas apakah ketujuh pejabat Rusia itu memiliki aset di AS.

Sementara itu, 14 entitas Rusia yang dijatuhi sanksi terkait dengan produksi agen biologi dan kimia, termasuk sembilan entitas komersial di Rusia, tiga di Jerman, satu di Swiss, dan sebuah lembaga penelitian milik pemerintah Rusia.

Departemen luar Negeri AS juga turut menjatuhkan sanksi terkait penggunaan bahan kimia dan undang-undang pengendalian senjata biologis dan penghapusan peperangan.

Navalny adalah salah satu tokoh oposisi yang vokal mengkritik Putin, dia sudah beberapa kali ditahan Rusia. Ia ditahan setibanya di Moskow pada Januari lalu setelah dirawat di Jerman akibat diduga diracun dengan zat saraf Novichok.

Penahanan Navalny pad Februari lalu menuai kecaman terutama dari negara Barat dan demonstrasi yang kian meluas di dalam negeri Rusia.

Sejauh ini, aparat keamanan Rusia dilaporkan telah menahan lebih dari 3.400 demonstran yang memprotes penahanan Navalny.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025