Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Iran mengancam akan blokade Selat Hormuz


PT BESTPROFIT Saat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China berkecamuk, di belahan dunia lain terjadi konflik yang tak kalah panas. Dua musuh bebuyutan, yakni Iran dan AS saling mengeluarkan pernyataan keras. Iran bertekad akan memblikir Selat Hormuz. Perairan ini merupakan pintu keluar dari kawasan teluk ke laut terbuka, termasuk jalur minyak dari kawasan tersebut. 

Kepala Pengawal Revolusi Iran mengatakan, pasukan mereka siap untuk menerapkan blokade di Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan jika Iran tidak dapat menjual minyak mentah atas sanksi dari Presiden AS Donald Trump. Presiden kami mengatakan, rencana ini akan dilaksanakan jika diperlukan, kata Mohammad Ali Jafari, Komandan Garda Revolusioner Islam, seperti yang dikutip Reuters. Iran ingin menjadikan musuh memahami, semua membutuhkan Selat Hormuz. BEST PROFIT

Perseteruan dua musuh lama ini setelah AS menarik diri dari perjanjian nuklir tahun 2015 yang disepakati oleh Iran dan enam negara kekuatan dunia, yakni AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China). Dalam perjanjian itu, Iran bersedia mengekang program nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi atau embargo. 

Sejak menarik diri dari kesepakatan nuklir, Washington meminta kepada seluruh negara agar menghentikan semua impor minyak dari Iran mulai 4 November medatang atau akan menghadapi langkah-langkah sanksi keuangan dari AS. BESTPROFIT

Mohammad Ali Jafari, Komandan Pengawal Revolusi Islam Iran, seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim menegaskan, jika Iran tidak dapat menjual minyaknya di bawah tekanan AS, maka negara lain juga tidak bisa melakukan hal tersebut. "Pilihannya, Selat Hormuz untuk semua, atau tidak untuk semua," tegas Jafari


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini