Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Iran mengancam akan blokade Selat Hormuz


PT BESTPROFIT Saat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China berkecamuk, di belahan dunia lain terjadi konflik yang tak kalah panas. Dua musuh bebuyutan, yakni Iran dan AS saling mengeluarkan pernyataan keras. Iran bertekad akan memblikir Selat Hormuz. Perairan ini merupakan pintu keluar dari kawasan teluk ke laut terbuka, termasuk jalur minyak dari kawasan tersebut. 

Kepala Pengawal Revolusi Iran mengatakan, pasukan mereka siap untuk menerapkan blokade di Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan jika Iran tidak dapat menjual minyak mentah atas sanksi dari Presiden AS Donald Trump. Presiden kami mengatakan, rencana ini akan dilaksanakan jika diperlukan, kata Mohammad Ali Jafari, Komandan Garda Revolusioner Islam, seperti yang dikutip Reuters. Iran ingin menjadikan musuh memahami, semua membutuhkan Selat Hormuz. BEST PROFIT

Perseteruan dua musuh lama ini setelah AS menarik diri dari perjanjian nuklir tahun 2015 yang disepakati oleh Iran dan enam negara kekuatan dunia, yakni AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China). Dalam perjanjian itu, Iran bersedia mengekang program nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi atau embargo. 

Sejak menarik diri dari kesepakatan nuklir, Washington meminta kepada seluruh negara agar menghentikan semua impor minyak dari Iran mulai 4 November medatang atau akan menghadapi langkah-langkah sanksi keuangan dari AS. BESTPROFIT

Mohammad Ali Jafari, Komandan Pengawal Revolusi Islam Iran, seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim menegaskan, jika Iran tidak dapat menjual minyaknya di bawah tekanan AS, maka negara lain juga tidak bisa melakukan hal tersebut. "Pilihannya, Selat Hormuz untuk semua, atau tidak untuk semua," tegas Jafari


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)