Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Laba produsen China meningkat

PT BESTPROFIT Kenaikan harga barang di tingkat produsen China berada di level tertinggi selama enam bulan terakhir. Penyebabnya, kenaikan harga komoditas dan ancaman perang dagang berpotensi menekan negara eksportir.Data Biro Statistik Nasional menunjukkan, harga barang di konsumen naik karena harga makanan melejit. 

Tapi di saat sama, harga eceran di tingkat pedagang rendah. Sejak pekan lalu, Amerika Serikat (AS) dan China memicu kekhawatiran karena berpotensi menekan arus investasi dan pertumbuhan global. Selain itu, kenaikan tarif impor atas produk pertanian AS berpotensi menaikkan harga pangan di China. BEST PROFIT

Menurut Biro Statistik Nasional, indeks harga produsen (PPI), ukuran profitabilitas industri, naik 4,7% pada Juni 2018. Kenaikan itu di atas kenaikan Mei 2018 yang sebesar 4,1%. Inflasi produsen China meningkat tiga bulan berturut-turut setelah berkurang akhir 2017 meskipun pertumbuhan bulanan turun jadi 0,3% pada Juni 2018. 

Realisasi tersebut pun lebih tinggi dari proyeksi analis yang disurvei Reuters di 4,5%. Angka ini didukung pemulihan harga komoditas global.Kenaikan harga juga didorong peningkatan produksi minyak dan gas, penambangan batubara, logam dan pengolahan bahan kimia dan sektor manufaktur. BESTPROFIT

Karena kenaikan harga minyak, China pada Senin menaikkan harga bensin ritel ke level tertingginya sejak Desember 2016. Harga yang lebih tinggi telah membantu kenaikan pendapatan. Tetapi beberapa analis mengatakan, keuntungan industri tidak akan terlampau besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini