Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Laba produsen China meningkat

PT BESTPROFIT Kenaikan harga barang di tingkat produsen China berada di level tertinggi selama enam bulan terakhir. Penyebabnya, kenaikan harga komoditas dan ancaman perang dagang berpotensi menekan negara eksportir.Data Biro Statistik Nasional menunjukkan, harga barang di konsumen naik karena harga makanan melejit. 

Tapi di saat sama, harga eceran di tingkat pedagang rendah. Sejak pekan lalu, Amerika Serikat (AS) dan China memicu kekhawatiran karena berpotensi menekan arus investasi dan pertumbuhan global. Selain itu, kenaikan tarif impor atas produk pertanian AS berpotensi menaikkan harga pangan di China. BEST PROFIT

Menurut Biro Statistik Nasional, indeks harga produsen (PPI), ukuran profitabilitas industri, naik 4,7% pada Juni 2018. Kenaikan itu di atas kenaikan Mei 2018 yang sebesar 4,1%. Inflasi produsen China meningkat tiga bulan berturut-turut setelah berkurang akhir 2017 meskipun pertumbuhan bulanan turun jadi 0,3% pada Juni 2018. 

Realisasi tersebut pun lebih tinggi dari proyeksi analis yang disurvei Reuters di 4,5%. Angka ini didukung pemulihan harga komoditas global.Kenaikan harga juga didorong peningkatan produksi minyak dan gas, penambangan batubara, logam dan pengolahan bahan kimia dan sektor manufaktur. BESTPROFIT

Karena kenaikan harga minyak, China pada Senin menaikkan harga bensin ritel ke level tertingginya sejak Desember 2016. Harga yang lebih tinggi telah membantu kenaikan pendapatan. Tetapi beberapa analis mengatakan, keuntungan industri tidak akan terlampau besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)