Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Uni Eropa bujuk Trump agar berpikir ulang

PT BESTPROFIT Uni Eropa (UE) telah memperingatkan Amerika Serikat (AS), pengenaan tarif impor mobil dan suku cadang mobil akan membahayakan industri otomotif AS sendiri. Langkah AS ini juga tampaknya bakal mengarah pada aksi balasan para mitra dagang AS dengan pengenaan tarif impor barang negara itu senilai US$ 294 miliar. 

Dalam dokumen setebal 10 halaman kepada Departemen Perdagangan AS yang dikirim akhir pekan lalu, UE menyatakan tarif impor mobil dan suku cadang tidak dapat dibenarkan dan tidak masuk akal secara ekonomi. Sebelumnya Departemen Perdagangan AS menjalankan penyelidikan atas dasar keamanan nasional di bawah instruksi Presiden AS Donald Trump. BEST PROFIT

Pemimpin AS ini berulang kali mengkritik UE atas surplus perdagangannya dengan AS. Trump juga mengkritik tarif impor mobil ke UE sebesar 10%, lebih tinggi dibandingkan tarif impor mobil ke AS yang hanya sebesar 2,5%.Trump mengatakan, pemerintahannya akan segera bertindak. 

Sebelumnya Trump mengancam akan memberlakukan tarif 20% pada semua mobil asal UE. Komisi Eropa berusaha untuk meyakinkan AS bahwa pemberlakuan tarif impor tersebut akan menjadi kesalahan. "Kami akan berusaha, baik itu di tingkat teknis atau politik, untuk mencegah hal ini terjadi," kata juru bicara Komisi Eropa seperti dikutip Reuters. BESTPROFIT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025