Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Eropa tak kompak soal tarif impor baja dan aluminium

PT BESTPROFIT Uni Eropa agaknya tidak satu suara dalam menyingkapi kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). Terbukti tidak adanya satu pemikiran antara perwakilan Uni Eropa dengan salah satu anggota kuatnya. Dalam pertemuan pemimpin ekonomi dan keuangan negara-negara G20.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengungkapkan bahwa Eropa tidak akan melakukan pembicaraan dengan AS sebelum Trump membatalkan kebijakan tarif baja dan aluminium serta tidak melontarkan pernyataan-pernyataan bernada ancaman pengenaan tarif. Namun, dalam pertemuan tersebut perwakilan Dewan Eropa untuk G20, Hubert Fuchs justru mengkritik pernyataan Le Maire. 

Menurutnya, pernyataan yang dilontarkan oleh Le Maire bakal memperkeruh keadaan dan tidak seharusnya dilontarkan orang dalam jabatan seperti Le Maire. Fuchs mengacu pada pernyataan sikap Le Maire yang menolak melakukan pembicaraan perdagangan dengan AS kecuali tarif impor baja dan aluminium Eropa dibatalkan serta tidak ada lagi ancaman-ancaman tarif baru ke depan. BEST PROFIT

Prasyarat seperti ini dipandang Fuchs tidak efektif dan tidak bijaksana. Sebab, menurutnya prasyarat tidaklah diperlukan untuk membuka suatu dialog, karena keberadaannya tidak efektif dan mengancam macetnya negosiasi. Selain itu, Fuchs juga menyoroti sikal Le Maire yang tampil sendirian meski berbicara atas nama Eropa. 

Sebagai perwakilan Dewan Eropa untuk G20 Fuchs mengingatkan bahwa Uni Eropa terdiri atas 28 negara, bukan hanya Jerman dan Prancis, meski kedua negara ini merupakan dua kekuatan ekonomi besar Eropa. Kami mewakili 28 negara anggota Uni Eropa, tidak hanya Jerman dan Prancis. Kami seharusnya tidak memiliki prakondisi apa pun untuk perundingan,” kata Fuchs, yang juga Menteri Keuangan Austria, dilansir dari Reuters. BESTPROFIT


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini