Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Sergio Marchionne, CEO Fiat Chrysler tutup usia


PT BESTPROFIT Mantan CEO Fiat Chrysler Sergio Marchionne tutup usia pada Rabu. Marchionne meninggal pada usia 66 tahun. Dia adalah salah satu CEO yang dihormati di industri otomotif. Kondisi kesehatan Marchionne terus menurun setelah operasi bahu di rumahsakit Zurich. Marchionne mundur dari jabatan CEO pekan lalu setelah Fiat Chrysler mengungkapkan bahwa kondisinya memburuk. 

Cara terbaik untuk mengenang Marchionne adalah membangun warisan yang ditinggalkannya, serta terus mengembangkan nilai-nilai tanggung jawab dan keterbukaan yang telah dilakukannya dengan sangat baik,” kata John Elkann, Chairman Fiat Chrysler yang merupakan pemimpin keluarga Agnelli dalam pernyataan yang dikutip Reuters. BEST PROFIT

Marchionne menyelamatkan Fiat dan Chrysler dari kebangkrutan setelah mengambil alih produsen otomotif ini pada tahun 2004. Sejak itu, Marchionne mengerek valuasi Fiat 11 kali lipat dalam 14 tahun terakhir. Dia sukses menghidupkan kembali salah satu perusahaan terbesar Italia setelah dua pemilik sebelumnya gagal. Kedua pemilik Fiat dan Chrysler sebelumnya adalah Daimler dan Carberus. 

Dia berencana mundur dari pengelolaan Fiat Chrysler pada April tahun depan. Selain mundur dari jabatan CEO Fiat Chrysler, Sabtu lalu Marchionne pun digantikan dari posisinya sebagai Chairman dan CEO Ferrari, serta Chairman CNH Industrial yang merupakan produsen traktor. Kedua perusahaan ini merupakan pemisahan dari Fiat Chrysler. BESTPROFIT

Menurut rencana Marchionne yang diungkapkan pada Juni lalu, Fiat Chrysler berniat mendorong produksi sport utility vehicles dan berinvestasi di mobil listrik dan hibrid. Ini adalah rencana Marchionne untuk menggandakan laba operasional pada tahun 2022. Fiat Chrysler pun mematok target tinggi untuk Jeep, mesin laba perusahaan otomotif ini. 

Industri otomotif kehilangan pendukung merger dan akuisisi ini. Industri otomotif menghadapi tantangan di tengah kemajuan teknologi otomotif. Marchionne mendorong merger industri untuk membagi beban ekspansi mobil listrik dan mobil otomatis. Namun, dia menghentikan niatan merger setelah incarannya, General Motors Co menolak proposal merger. Marchionne akhirnya fokus memperbaiki kondisi keuangan Fiat Chrysler, menutup seluruh utang yang tercapai Juni lalu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025