Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Proses Brexit, poundsterling mampu unggul

PT Bestprofit - JAKARTA. Mata uang dollar Amerika Serikat (AS) gagal mempertahankan penguatannya. Pernyataan pejabat The Fed dovish dan sajian data ekonomi yang beragam menjadi sentimen negatif ditengah penguatan indeks dollar. The Greenback akhirnya tersungkur di hadapan poundsterling. Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat pasangan GBP/USD tercatat menguat 0,66% ke level 1,2550 dari sebelumnya. 

Menurut Vidi Yuliansyah, analis PT Monex Investindo Futures penguatan pasangan GBP/USD didorong karena perbaikan neraca perdagangan Inggris di kuartal IV 2016. Defisitnya mengalami penurunan dari 25,7 miliar pound menjadi 12,1 miliar. Penguatan ini terjadi ditengah posisi Inggris masih dibawah tekanan,” ungkapnya kepada Kontan, akhir pekan ini. 

Pound masih mendapatkan sentimen negatif pasca dilakukannya pengajuan artikel 50 pada Rabu lalu oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May. Penanda dimulainya proses brexit itu memicu ketidakpastiaan akan outlook ekonomi Inggris. Apalagi proses ini akan memakan waktu selama kurang lebih 2 tahun. Kemudian pelemahan dollar AS sendiri terjadi setelah keluarnya pernyataan bernada dovish dari pejabat The Fed yaitu William C. Dudley dan Neel Kashari. 

Keduanya sama-sama berpandangan kenaikan suku bunga acuan selanjutnya tidak perlu dilakukan terburu-buru. Padahal ekspektasi pasar cukup tinggi akan rencana tersebut. Alhasil berkat pernyataan tersebut indeks dollar yang awalnya sempat menguat harus terkoreksi. Melansir dari Bloomberg pada perdagangan Jumat indeks dollar ditutup 0,06% ke level 100,350.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)