Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Gotobi bikin greenback ungguli euro




Bestprofit - JAKARTA. Dollar AS menunjukkan keunggulan di hadapan euro. Mengutip Bloomberg, Jumat pasangan EUR/USD terkikis 0,5% ke level 1,0591 dibanding sehari sebelumnya. Anthonius Edyson, Research and Analyst PT Astronacci International memaparkan, dollar AS mampu mengungguli euro di tengah data ekonomi negeri Paman Sam yang cenderung beragam. Data tenaga kerja yakni Non Farm Payroll (NFP) bulan Maret hanya bertambah 98.000, lebih kecil dari prediksi sebesar 174.000 serta turun dibanding bulan sebelumnya 219.000. 

Meski demikian, tingkat pengangguran turun ke level 4,5% dari sebelumnya serta proyeksi sebesar 4,7%. Lalu tingkat rata-rata upah per jam di sesuai proyeksi di level 0,2% meski turun dari bulan sebelumnya 0,3%. Dukungan kenaikan USD justru berasal dari naiknya permintaan dari "gotobi" di Jepang. Gotobi merupakan istilah Jepang yakni tanggal kelipatan lima yang dipakai untuk penyelesaian perdagangan atau pembayaran. 

Di sisi lain, euro tertekan oleh pernyataan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi. "Pernyataan Draghi bahwa ECB masih belum akan mengakhiri kebijakan longgar yang berjalan membawa sentimen negatif pada mata uang euro," papar Edyson. Sementara data ekonomi Eropa yang dirilis pekan lalu juga beragam dan tidak memberi dampak signifikan pada pergerakan euro. Jerman memberikan data positif dengan angka produksi sektor industri bulan Maret tetap berada di level 2,2% serta surplus neraca perdagangan Februari naik ke level € 21 miliar dari sebelumnya € 18,9 miliar. 

Namun data dari Prancis terlihat negatif yakni produksi sektor industri turun ke level minus 1,6% dari sebelumnya minus 0,2% dan neraca perdangan mengalami defisit € 6,6 miliar atau di atas proyeksi defisit sebesar € 4,9 miliar. Edyson memprediksi EUR/USD akan melanjutkan tren bearish pada awal pekan di saat minim sentimen baik dari Eropa maupun AS. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini