Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

EMTK gandeng Alibaba berbisnis pembayaran online

Bestprofit - JAKARTA. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menjalin kerjasama strategis dengan API Hongkong Investment Limited (API). API sendiri entitas di bawah kendali Alibaba Group lewat Ant Financial yang merupakan perusahaan jasa pembayaran online terbesar di China. Isi kerjasama tersebut berupa rencana PT Elang Andalan Nusantara (EAN), cucu usaha EMTK melalui PT Kreatif Media Karya (KMK) menerbitkan saham yang akan dibeli oleh API. 

Dari transaksi tersebut, API bakal mendekap 39% saham EAN. Adapun kepemilikan saham EAN oleh KMK yang semula 99,96%, akan menyusut menjadi 61%. Sayang tidak disebutkan nilai transaksi tersebut. Tujuan transaksi itu, seperti dilaporkan manajemen EMTK dalam keterbukaan informasi, Rabu, adalah menjadikan EAN pemilik platform mobile untuk pembayaran dan layanan transaksi lainnya, serta meningkatkan aksesibilitas jasa keuangan digital di Indonesia.

EAN akan membawa solusi pembayaran dan teknologi terkemuka dunia di Indonesia, dengan menggandeng dan bekerjasama dengan API," tulis Titi Maria Rusli, Sekretaris Perusahaan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk.  Seperti telah ditulis KONTAN 10 Februari lalu, Ant Financial berencana menerbitkan surat utang lebih dari US$ 3 miliar. Utang jumbo ini bakal digunakan untuk mendanai sejumlah rencana ekspansi internasionalnya. 

Ant financial saat ini sudah memulai pembicaraan awal dengan perbankan untuk menerbitkan obligasi atau pinjaman bank," bisik sumber The Information seperti dikutip Reuters, Kamis. Manajemen Ant financial membenarkan bahwa mereka berencana untuk menerbitkan surat utang dalam denominasi dollar Amerika Serikat (AS). Yang pasti, saat ini valuasi Ant financial sebesar US$ 60 miliar atau setara Rp 798 triliun. Selain memburu pendanaan lewat surat utang, Ant financial tengah mematangkan rencana untuk menggelar penawaran saham perdana (IPO). Saat ini, Ant financial memiliki pengguna sebanyak 450 juta orang. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)