Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa AS meroket ditenagai kinerja Q1 2017



Bestprofit - NEW YORK. Bursa Amerika Serikat (AS) ramai-ramai mencetak kenaikan pada perdagangan Selasa waktu setempat. Indeks Nasdaq yang memperdagangkan saham-saham teknologi pertama kali menembus level 6.000 dan menyentuh rekor baru, terdorong laporan keuangan korporasi kuartal pertama dan janji pemangkasan pajak Presiden Donald Trump.

Saham Caterpillar kemarin ditutup dengan kenaikan 7,9% menjadi US$ 104,42. McDonald's melompat 5,6% menjadi US$ 141,7 per saham. Keduanya berhasil melaporkan kinerja keuangan di atas perkiraan pasar. Alhasil, Dow Jones Industrial Average ditutup dengan kenaikan 232.23 poin atau 1,12% menjadi  20.996,12. 

Indeks S&P 500 memperoleh 14,46 poin atau 0,61% menjadi 2.388,61. Dan Nasdaq Composite bertambah 41,67 poin atau 0,7% menjadi 6.025,49. Indeks The Russell 2000 yang memperdagangkan saham-saham kecil juga menyentuh rekor di perdagangan intrahari.Secara keseluruhan, korporasi di AS diperkirakan mencetak pertumbuhan laba 11,4% pada kuartal I-2017. Angka ini, menurut Thomson Reuters, merupakan yang tertinggi sejak 2011. 

Pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan di Dow, terutama yang besar seperti Caterpillar, mendorong ekspektasi bahwa korporasi AS akan mencetak laba year-on-year sesuai perkiraan," kata Peter Kenny, Senior Market Strategist di Global Markets Advisory Group, New York. Bursa saham juga bersemangat setelah Wall Street Journal mengabarkan, pemerintahan Donald Trump memangkas pajak perusahaan dengan banyak pemilik menjadi 15% dari sebelumnya 39,6%. Proposal pajak ini diperkirakan akan diajukan Trump Rabu. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)