Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Wall Street Ditutup Berseri Senin (23/12), Didukung Kenaikan Saham Teknologi Utama

 

Indeks utama Wall Street berakhir menguat pada Senin (23/12), dengan Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite mencatat kenaikan tiga hari berturut-turut.

Penguatan ini dipicu oleh kenaikan saham teknologi yang dikenal sebagai "Magnificent Seven" di tengah volume perdagangan yang tipis menjelang libur akhir tahun.

Melansir Reuters, indeks S&P 500 naik 43,22 poin atau 0,73% menjadi 5.974,07, Nasdaq Composite bertambah 192,29 poin atau 0,98% menjadi 19.764,89, dan Dow Jones Industrial Average naik 66,69 poin atau 0,16% menjadi 42.906,95.

Saham megacap memiliki pengaruh besar pada pasar, terutama selama pekan dengan aktivitas investor yang berkurang.

Volume perdagangan di bursa AS tercatat 12,76 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari sebelumnya sebesar 14,89 miliar saham.

Saham Meta Platforms, Nvidia, dan Tesla masing-masing menguat antara 2,3% hingga 3,7%, sementara saham Apple, Amazon.com, dan Alphabet, induk Google, juga mencatat kenaikan.

Kenaikan ini mendorong Nasdaq Composite dan Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan tiga hari berturut-turut, sementara S&P 500 mencatatkan kenaikan kedua dalam tiga sesi perdagangan terakhir.

Tantangan Pasar Akhir Tahun

Setelah reli solid sejak pemilu presiden November lalu, pasar saham AS menghadapi tantangan pada Desember ini.

Hal ini terjadi setelah The Fed memproyeksikan hanya dua kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2025, turun dari empat kali pemotongan yang diperkirakan pada September.

The Fed juga menaikkan proyeksi inflasi tahunan, yang memicu aksi jual pada Rabu lalu.

Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer di Northlight Asset Management menyebut bahwa meskipun ada koreksi kecil akibat perubahan ekspektasi suku bunga, tren utama tetap mendukung saham teknologi dan perusahaan berbasis teknologi.

"Kami melihat gambaran kecil hari ini dari tren sepanjang tahun. Meskipun beberapa pekan terakhir terjadi fluktuasi, tren utama telah kembali," ujar Zaccarelli.

Sektor dan Saham Lainnya

Delapan dari 11 sektor dalam S&P 500 ditutup menguat, dipimpin oleh sektor layanan komunikasi yang naik 1,4%.

Pasar juga memasuki periode yang dikenal kuat secara historis, yaitu "Santa Claus Rally." Sejak 1969, lima hari terakhir di tahun berjalan dan dua hari pertama tahun berikutnya mencatat rata-rata kenaikan S&P 500 sebesar 1,3%, menurut Stock Trader's Almanac.

Zaccarelli menilai kondisi saat ini mendukung reli ini karena investor cenderung mempertahankan posisi saham mereka untuk menghindari menjual dan merealisasikan kerugian guna potongan pajak.

Pergerakan Saham Utama

Qualcomm naik 3,5% setelah pengadilan memutuskan bahwa prosesor utamanya telah dilisensikan dengan benar sesuai perjanjian dengan Arm Holdings yang berbasis di Inggris. Saham Arm turun 4% setelah perusahaan tersebut berencana mencari sidang ulang.

Walmart melemah 2% setelah badan pengawas keuangan AS menuduh Walmart dan Branch Messenger memaksa lebih dari satu juta pengemudi menggunakan akun yang menyebabkan kerugian lebih dari $10 juta akibat biaya tambahan.

Eli Lilly melonjak 3,7% setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyetujui obat penurun berat badan mereka, Zepbound, untuk pengobatan apnea tidur obstruktif. Saham produsen alat apnea tidur seperti ResMed dan Inspire Medical masing-masing turun 2,6% dan 0,1%.

Dengan dukungan saham teknologi dan momentum historis yang kuat, Wall Street diprediksi tetap optimis hingga akhir tahun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini