Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Emas Spot Meredup Senin (23/12), Jelang Libur Akhir Tahun

 

Harga emas turun tipis pada perdagangan Senin (23/12) di tengah perdagangan yang lesu menjelang libur akhir tahun.

Pelemahan ini dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Sementara investor menanti sinyal lebih jelas mengenai kebijakan moneter Federal Reserve untuk 2025.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$2.611,17 per ons troi pada pukul 13.42 ET (18.42 GMT). Kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,6% pada US$2.628,20 per ons troi.

Indeks dolar AS menguat 0,4% terhadap mata uang utama lainnya, mendekati level tertinggi dua tahun.

Penguatan dolar ini mengurangi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lain. Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun juga mengalami kenaikan.

"Pasar terus mencerna hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan lalu. Jalur suku bunga yang lebih dangkal untuk 2025 kini mulai dipertimbangkan, dengan kemungkinan jeda pada Januari atau bahkan Maret," ujar Peter Grant, Vice President and Senior Metals strategist di Zaner Metals.

Meskipun The Fed memotong suku bunga sebesar 25 basis poin pekan lalu, sinyal bahwa pemangkasan suku bunga untuk 2025 akan lebih sedikit telah menekan harga emas ke level terendah sejak pertengahan November.

Prospek Pasar Emas

Meskipun emas biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah, investor kini sedang mengkalibrasi ulang ekspektasi mereka untuk tahun depan.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah mencetak rekor tertinggi beberapa kali, dengan kenaikan 27% sejauh ini.

Kinerja ini menandai tahun terbaik emas sejak 2010, didukung oleh pembelian besar-besaran oleh bank sentral, ketegangan geopolitik, dan pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral utama.

"Faktor besar berikutnya adalah masa jabatan presiden yang akan datang dan kebijakan awal yang mungkin diumumkan oleh Donald Trump. Hal ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar dan menjadi katalis positif bagi harga emas," kata Michael Langford, Chief Investment Officer di Scorpion Minerals.

Presiden terpilih Donald Trump akan resmi dilantik pada 20 Januari.

Sebagai aset safe-haven, emas biasanya tampil baik di tengah ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu untuk logam mulia lainnya; harga perak spot naik 0,5% menjadi US$29,67 per ons troi, platinum melonjak 1,2% menjadi US$937,65 per ons troi, dan palladium menguat 1,1% menjadi US$931,10 per ons troi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini