Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Segera IPO, Delta Giri Wacana Incar Dana Segar Hingga Rp 1,03 Triliun

 

Perusahaan pupuk dan produk agrokimia, PT Delta Giri Wacana akan melenggang ke bursa saham melalui penawaran umum saham perdana.

Melansir prospektus penawaran umumnya, Senin (2/12), perusahaan menetapkan harga penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) di kisaran Rp 420-Rp 620 per saham.

Delta Giri Wacana menawarkan sebanyak-banyaknya 1.666.666.700 saham dengan nilai nominal Rp 100 atau mewakili maksimal 25% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. 

Alhasil, Delta Giri Wacana berpotensi meraup dana segar sebanyak-banyaknya Rp 1,03 triliun.

Jadwal IPO PT Delta Giri Wacana

  • Perkiraan Masa Penawaran Awal: 2 Desember–16 Desember 2024
  • Tanggal Efektif: 27 Desember 2024
  • Masa Penawaran Umum Perdana Saham : 2 Januari-8 Januari 2025
  • Tanggal Penjatahan: 8 Januari 2025
  • Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 9 Januari 2025
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham Pada Bursa Efek Indonesia: 10 Januari 2025

Hasil dana IPO akan digunakan untuk empat hal. Pertama, dana sekitar 54,7% akan disetorkan perusahaan kepada PT Fertilizer Inti Technology dalam bentuk penyertaan modal.

Kedua, dana sekitar 8,9% akan disetorkan perusahaan kepada PT Dharma Guna Wibawa dalam bentuk penyertaan modal yang akan digunakan untuk rencana pembayaran sebagian pokok utang kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT, Bank Maybank Indonesia Tbk dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk.

Ketiga, dana berkisar 33,1% digunakan untuk pemenuhan modal kerja untuk pembelian bahan baku pembuatan pestisida dan pembayaran sebagian pokok utang kepada PT Bank UOB Indonesia dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Keempat, sisa dana dari IPO akan disetorkan perusahaan kepada PT Semesta Alam Sejati dalam bentuk penyertaan modal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini