Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Transcoal Pacific (TCPI) Menjual Dua Kapal Senilai Rp 24 Miliar

 

Emiten jasa sewa kapal dan angkutan barang, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) menjual satu kapal motor bernama Dharma I dan kapal tongkang bernama MHKL 32 senilai Rp 24 miliar.

Direktur Transcoal Pacific Bintang Septo Drestanto menjelaskan penjualan ini sudah tertuang dalam Akta Jual Beli Kapal yang diteken oleh TCPI dan pembeli yang tak disebutkan namanya pada 6 Desember 2024. 

"Penjualan kapal-kapal ini bertujuan untuk peremajaan kapal, di mana kondisi pasar yang dijual sudah kurang komersial untuk dioperasikan oleh TCPI," tulisnya dalam keterbukaan informasi, Senin (9/12). 

Lebih lanjut, Bintang mengatakan dengan penjualan dan peremajaan armada milik TCPI, diharapkan kegiatan operasional Transcoal Pacific akan menjadi lebih baik ke depannya. 

Sebelumnya pada 20 November 2024, TCPI melalui anak usahanya, PT Sentra Makmur Line telah menjalin kesepakatan dengan sebuah perusahaan asal Malaysia untuk membangun 11 unit tug boat baru. 

TCPI memproyeksikan nilai transaksi pembangunan kapal anyar ini akan menelan biaya S$ 21,45 juta. Bintang bilang mayoritas pendanaan untuk kapal-kapal ini akan berasal dari pihak ketiga. 

"Sumber pendanaan ialah 80% berasal dari salah satu bank dan sisanya berasal dari keuangan internal PT Sentra Makmur Line," jelasnya. 

Bintang menjelaskan adanya tug boat ini akan berdampak positif terhadap kegiatan operasional karena TCPI melalui anak usaha akan mendapatkan armada baru untuk mendukung pengangkutan kargo milik pelanggan. 

"Diharapkan dengan beroperasinya 11 unit tug boat baru, nantinya akan dapat meningkatkan pendapatan TCPI," tulis Bintang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)