Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Transcoal Pacific (TCPI) Menjual Dua Kapal Senilai Rp 24 Miliar

 

Emiten jasa sewa kapal dan angkutan barang, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) menjual satu kapal motor bernama Dharma I dan kapal tongkang bernama MHKL 32 senilai Rp 24 miliar.

Direktur Transcoal Pacific Bintang Septo Drestanto menjelaskan penjualan ini sudah tertuang dalam Akta Jual Beli Kapal yang diteken oleh TCPI dan pembeli yang tak disebutkan namanya pada 6 Desember 2024. 

"Penjualan kapal-kapal ini bertujuan untuk peremajaan kapal, di mana kondisi pasar yang dijual sudah kurang komersial untuk dioperasikan oleh TCPI," tulisnya dalam keterbukaan informasi, Senin (9/12). 

Lebih lanjut, Bintang mengatakan dengan penjualan dan peremajaan armada milik TCPI, diharapkan kegiatan operasional Transcoal Pacific akan menjadi lebih baik ke depannya. 

Sebelumnya pada 20 November 2024, TCPI melalui anak usahanya, PT Sentra Makmur Line telah menjalin kesepakatan dengan sebuah perusahaan asal Malaysia untuk membangun 11 unit tug boat baru. 

TCPI memproyeksikan nilai transaksi pembangunan kapal anyar ini akan menelan biaya S$ 21,45 juta. Bintang bilang mayoritas pendanaan untuk kapal-kapal ini akan berasal dari pihak ketiga. 

"Sumber pendanaan ialah 80% berasal dari salah satu bank dan sisanya berasal dari keuangan internal PT Sentra Makmur Line," jelasnya. 

Bintang menjelaskan adanya tug boat ini akan berdampak positif terhadap kegiatan operasional karena TCPI melalui anak usaha akan mendapatkan armada baru untuk mendukung pengangkutan kargo milik pelanggan. 

"Diharapkan dengan beroperasinya 11 unit tug boat baru, nantinya akan dapat meningkatkan pendapatan TCPI," tulis Bintang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini