Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Naik 1,50% ke 7.303,4 di Sesi I Senin (25/11), Top Gainers: BBNI, PGASI, BMRI

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada sesi perdagangan pertama Senin (25/11). Mengutip RTI, IHSG naik 1,50% atau 107,832 poin ke level 7.303,397. 

Tercatat 306 saham naik, 247 sahaam turun, dan 227 saham stagnan. Total volume perdagangan 11,45 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 6,8 triliun.

Sebanyak 10 indeks sectoral menopang langkah IHSG di zona positif. Tiga sector dengan kenaikan tertinggi yakni; IDX-Finance 1,47%, IDX-Energy 1,16%, dan IDX-Property 1,16%.

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 4,34% ke Rp 5.050

- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 4,01% ke Rp 1.555

- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 4% ke Rp 6.500

Saham-saham top losers LQ45:

- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 3,85% ke Rp 75

- PT Merdeka Battery Materilas Tbk (MBMA) turun 2,73% ke Rp 535

- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 1,43% ke Rp 27.550

Pasar saham di Asia-Pasifik mayoritas menguat pada Senin (27/11) dengan investor menantikan sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini, termasuk data industri China dan angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga India. 

Singapura dijadwalkan merilis angka inflasi untuk Oktober pada hari yang sama.

Berdasarkan survei ekonom oleh Reuters, tingkat inflasi utama diperkirakan turun menjadi 1,8% dari 2% pada bulan sebelumnya.

Jika prediksi ini akurat, maka inflasi Singapura akan berada pada tingkat terendah sejak Maret 2021. 

Pekan ini, beberapa data ekonomi lain juga akan menjadi perhatian pasar. Keputusan suku bunga bank sentral Korea Selatan dijadwalkan pada Rabu (27/11), bersamaan dengan data inflasi Oktober dari Australia.

Sementara itu, angka inflasi November dari Tokyo, Jepang, yang dianggap sebagai indikator utama tren nasional, akan diumumkan pada Jumat (1/12). 

Kinerja Pasar Saham:

- Australia: Indeks S&P/ASX 200 naik 0,58% dan mencatatkan rekor tertinggi baru di 8.458,9 pada awal sesi perdagangan. 

- Jepang: Indeks Nikkei 225 menguat 1,44%, sementara indeks Topix yang lebih luas naik 0,97%. 

- Korea Selatan: Indeks Kospi bertambah 1,28%, sedangkan indeks Kosdaq yang berfokus pada saham-saham kapitalisasi kecil melonjak 2,9%. 

- Hong Kong dan China: Berbeda dengan tren regional, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,64%, sementara CSI 300 di China daratan melemah 0,53%. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)