Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Naik 1,50% ke 7.303,4 di Sesi I Senin (25/11), Top Gainers: BBNI, PGASI, BMRI

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada sesi perdagangan pertama Senin (25/11). Mengutip RTI, IHSG naik 1,50% atau 107,832 poin ke level 7.303,397. 

Tercatat 306 saham naik, 247 sahaam turun, dan 227 saham stagnan. Total volume perdagangan 11,45 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 6,8 triliun.

Sebanyak 10 indeks sectoral menopang langkah IHSG di zona positif. Tiga sector dengan kenaikan tertinggi yakni; IDX-Finance 1,47%, IDX-Energy 1,16%, dan IDX-Property 1,16%.

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 4,34% ke Rp 5.050

- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 4,01% ke Rp 1.555

- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 4% ke Rp 6.500

Saham-saham top losers LQ45:

- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 3,85% ke Rp 75

- PT Merdeka Battery Materilas Tbk (MBMA) turun 2,73% ke Rp 535

- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 1,43% ke Rp 27.550

Pasar saham di Asia-Pasifik mayoritas menguat pada Senin (27/11) dengan investor menantikan sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini, termasuk data industri China dan angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga India. 

Singapura dijadwalkan merilis angka inflasi untuk Oktober pada hari yang sama.

Berdasarkan survei ekonom oleh Reuters, tingkat inflasi utama diperkirakan turun menjadi 1,8% dari 2% pada bulan sebelumnya.

Jika prediksi ini akurat, maka inflasi Singapura akan berada pada tingkat terendah sejak Maret 2021. 

Pekan ini, beberapa data ekonomi lain juga akan menjadi perhatian pasar. Keputusan suku bunga bank sentral Korea Selatan dijadwalkan pada Rabu (27/11), bersamaan dengan data inflasi Oktober dari Australia.

Sementara itu, angka inflasi November dari Tokyo, Jepang, yang dianggap sebagai indikator utama tren nasional, akan diumumkan pada Jumat (1/12). 

Kinerja Pasar Saham:

- Australia: Indeks S&P/ASX 200 naik 0,58% dan mencatatkan rekor tertinggi baru di 8.458,9 pada awal sesi perdagangan. 

- Jepang: Indeks Nikkei 225 menguat 1,44%, sementara indeks Topix yang lebih luas naik 0,97%. 

- Korea Selatan: Indeks Kospi bertambah 1,28%, sedangkan indeks Kosdaq yang berfokus pada saham-saham kapitalisasi kecil melonjak 2,9%. 

- Hong Kong dan China: Berbeda dengan tren regional, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,64%, sementara CSI 300 di China daratan melemah 0,53%. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini