Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Surat Terakhir Seorang Wanita Korban Holocaust


PT BESTPROFIT - Nazi melakukan pembunuhan massal terhadap jutaan orang, sebagian besar umat Yahudi, pada tahun 1944 silam. Pembunuhan massal itu dikenal sebagai tragedi holocaust. 

Korban dikumpulkan di beberapa kamp pengungsian untuk kemudian dibunuh bersama-sama dengan menggunakan gas. Salah satu kamp pengungsian itu adalah kamp pengungsian Auschwitz. BESTPROFIT


Dilansir dari Sky News, Jumat (11/5/2018), sebuah surat terakhir dari salah satu korban tewas di Auschwitz, Vilma Grunwald, dirilis ke publik oleh pihak keluarga. BEST PROFIT

Kala itu Grunwald menitipkan suratnya ke penjaga untuk disampaikan ke suaminya yang juga tewas dalam tragedi itu. Surat itu kemudian sampai di tangan anak bungsu Grunwald, Frank. Surat Grunwald itu kini dipajang di Museum Peringatan Holocaust Amerika Serikat.

"Ayah, ibu dan kakak laki-laki saya dan saya dikirim ke Auschwitz pada bulan Desember 1943. Sekitar 5.000 narapidana telah tiba sebelum kami, pada bulan September. Kami adalah 5.000 yang kedua," ujar Grunwald dalam suratnya. 

Surat tersebut ditulis antara Maret dan April 1944. Beberapa bulan setelah Grunwald tiba di Auschwitz, dia masuk dalam kelompok yang akan dieksekusi. 

"Kami semua berbaris di depan dokter Josef Mengele, yang dijuluki Malaikat Maut, dia akan memilih siapa yang akan hidup atau mati," tulis Grunwald.

"Saudaraku, John, yang empat tahun lebih tua dariku, cacat, dan dia dipilih untuk mati. Dan karena saya kurang dari 12 tahun, saya juga dihukum mati," imbuhnya.

Sumber : Detik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini