Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Yen melambung di hadapan greenback



Pamor yen sebagai aset lindung nilai sepertinya tengah melambung. Mata uang Negeri Matahari Terbit ini berhasil kembali unggul di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat, pasangan USD/JPY terkoreksi 0,36% ke level 109,18 dibanding hari sebelumnya. best profit pekanbaru

Anthonius Edyson, Analis PT Astronaci International mengatakan, sekarang ini greenback sedang mendapat tekanan dari keadaan geopolitik yang memburuk dan lemahnya data inflasi AS. Keputusan Donald Trump membubarkan dua dewan penasihat bisnisnya membuat pasar semakin ragu terhadap program ekonomi sang presiden. pt bestprofit pekanbaru

Inflasi AS bulan Juli dilaporkan hanya tumbuh 0,1%,” ujarnya kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Selain mendapat sokongan dari perannya sebagai aset lindung nilai, yen juga diuntungkan oleh sajian data ekonomi yang membaik. Inflasi Jepang tercatat naik signifikan ke level 0,4%. bestprofit pekanbaru

Menurut Anthonius, berdasarkan price action analysis, pasangan USD/JPY terlihat membentuk pola bearish continuation ab=cd. Dengan pola demikian dollar AS masih berpotensi untuk melanjutkan penurunan di hadapan yen. bpf pekanbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini