Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG masih bisa menanjak


Best Profit - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 0,34% menjadi 5.819,74. Rilis kinerja emiten di Bursa Efek Indonesia mengerek laju IHSG.Selain itu, hasil rapat FOMC yang mengirim sinyal untuk menunda kenaikan bunga The Fed turut memberikan sentimen positif.

Pengurangan neraca The Fed juga masih butuh waktu tambahan," ujar Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, kemarin. Di saat yang sama, asing mulai mempertimbangkan kembali masuk ke pasar saham Indonesia. Kemarin, asing memang masih mencatatkan penjualan bersih (net sell), tapi nilainya kecil, yakni Rp 29,35 miliar. 

Analis Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih menyebutkan, laju IHSG ditopang pergerakan rupiah. Rupiah kemarin kembali menguat terhadap dollar AS sehingga berdampak positif ke IHSG," ujar Alfatih.Sementara, analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi, dalam jangka pendek, IHSG berkonsolidasi dengan rentang wajar. 

Untuk jangka menengah dan panjang, IHSG masih memiliki kemampuan naik cukup besar. Hal ini terutama dilihat dari sisi fundamental perekonomian Indonesia. Fluktuasi harga komoditas juga turut mempengaruhi laju IHSG," jelas William. 

Hans memprediksi IHSG, hari ini menguat di support 5.780 dan resistance 5.841. William juga memperkirakan IHSG menguat di rentang 5.763-5876. Sedangkan Alfatih memproyeksikan indeks saham kembali naik di kisaran 5.758-5.910. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)