Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Emas cetak level tertinggi dua bulan


Bestprofit - NEW YORK. Emas mencetak level tertinggi dua bulan di pasar Amerika, Kamis, di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Emas spot naik 0,59% menjadi US$ 1.284,70 per troi ons. Ini harga tertinggi sejak 9 Juni. Sementara, harga emas berjangka untuk pengiriman Desember di Comex-AS juga naik 0,84% ke US$ 1.290,10 per troi ons dari sesi sebelumnya di US$ 1.279,3. 

Ini harga tertinggi setidaknya sejak 8 Juni lalu. Di pasar elektronik Asia, emas lanjut menguat ke level US$ 1.292,60 per troi ons pukul 06.12 WIB.Ketegangan geopolitik memicu investor membeli emas batangan sebagai aset safe haven. "Untuk saat ini, tren naik sangat jelas pada emas, karena pasar bereaksi terhadap peristiwa geopolitik eksternal," kata Jonathan Butler, analis komoditas Mitsubishi di London seperti dilansir CNBC, Kamis. 

Harga logam mulia juga menguat setelah data menunjukkan harga di tingkat produsen AS secara tak terduga turun per Juli. Ini penurunan terbesar dalam hampir setahun dan mengindikasikan perlambatan inflasi lebih lanjut yang dapat menunda kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). 

Pasar menunggu rilis data inflasi konsumen AS pada Jumat ini, yang akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang keputusan The Fed di masa depan.Secara teknikal, harga di sekitar US$ 1.279 merupakan level kunci, yang mengindikasikan downtrend sejak pertengahan 2016, ketika emas melonjak ke level rekor dua tahun di US$ 1.374,91. 

Jika emas menembus ke atas downtrend ini, maka berpotensi mendorong harga sampai US$ 1.300, level tertinggi baru-baru ini yang dicapai pada April dan Juni," papar Butler. Posisi spekulatif di bursa emas AS tetap terjaga, ucap Ahli strategi UBS, Joni Teves.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025