Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga minyak masih tertekan pasokan



pt best profit futures pekanbaru

Setelah mencatat penurunan dalam dua pekan berturut-turut, harga minyak mencoba merangkak naik pada Senin. Pukul 7.14 WIB pagi ini, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2017 naik tipis ke level US$ 48,85 per barel. Akhir pekan lalu, harga minyak ditutup pada posisi US$ 48,82 per barel.  best profit pekanbaru

Pada ICE Futures, harga minyak brent untuk pengiriman Oktober 2017 turun tipis ke level US$ 52,04 per barel. Akhir pekan lalu, harga minyak acuan dunia ini ditutup naik 0,38% ke level US$ 52,10 per barel. Harga minyak terkoreksi setelah International Energy Agency (IEA) mengatakan bahwa penyesuaian pasar akan perlu waktu karena lemahnya kepatuhan anggota-anggota OPEC dalam pemangkasan produksi. pt bestprofit pekanbaru

Dalam laporan bulanan yang dikutip CNBC, IEA mengungkapkan bahwa pasar akan yakin penyesuaian pasokan dan permintaan akan bertahan jika pihak-pihak terkait tidak menunjukkan tanda-tanda kendur dari kesepakatan. IEA mengatakan bahwa kepatuhan anggota OPEC pada pemangkasan Juli lalu turun ke level 75%. Ini merupakan angka terendah sejak pemangkasan yang dimulai Januari lalu. Menurut data IEA, beberapa negara yang kurang patuh pada rencana pemangkasan misalnya Aljazair, Irak, dan Uni Emirat Arab. bestprofit pekanbaru

Menurut laporan OPEC Kamis pekan lalu, produksi minyak Juli naik 173.000 barel per hari menjadi 32,87 juta barel per hari. Salah satu pendorong kenaikan adalah produksi dari Nigeria dan Libya. Kedua negara ini dikecualikan dari kesepakatan pemangkasan. Dua negara ini tengah berupaya memulihkan pasokan yang disebabkan oleh konflik internal. bpf pekanbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini