Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Yahoo Akui Terjadi Peretasan, Sebanyak 500 Juta Akun Berhasil Dicuri oleh Hacker





PT Bestprofit Futures Pekanbaru - Beberapa waktu lalu, tersiar kabar mengenai aksi peretasan besar-besaran yang terjadi pada tubuh Yahoo. Dan kini, kabar tersebut telah memperoleh konfirmasi secara langsung dari pihak Yahoo. Dalam pernyataan resminya via Tumblr, Yahoo mengungkapkan kalau sebanyak 500 juta data pengguna berhasil didapatkan oleh pihak peretas.

Dalam pernyataannya itu, Yahoo mengatakan kalau aksi peretasan ini terjadi pada akhir tahun 2014. Mereka pun menuduh kalau aksi peretasan itu merupakan aktivitas yang disponsori oleh lembaga negara. Dari aktivitas peretasan ini, 500 juta data pengguna pun berhasil dibawa lari. Mulai dari data nama lengkap, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, password, serta pertanyaan keamanan yang terenkripsi.

Menurut hasil investigasi yang telah dilakukan oleh Yahoo, peretas tidak memperoleh data-data penting terkait kartu kredit ataupun informasi data bank milik para penggunanya. Data terkait kartu kredit serta bank memang disimpan secara terpisah dan tidak terdampak oleh serangan hacker ini. Selain itu, mereka pun telah menginformasikan kepada para pengguna email Yahoo untuk melakukan penggantian password.

Mereka pun mengimbau kepada para pengguna emailnya untuk berhati-hati kalau menerima email yang mengklaim berasal dari Yahoo. Terlebih email dari Yahoo terkait permasalahan yang satu ini tidak akan meminta kepada para penggunanya untuk meng-klik pada tautan tertentu ataupun meminda data pribadi. Jadi, hati-hatilah para pengguna email Yahoo.

 Permasalahan peretasan ini menjadi serius setelah kabarnya tersebar kencang lewat beberapa media internet. Terlebih Yahoo saat ini tengah dalam proses negosiasi dengan Verizon terkait penjualan core bisnisnya. Tak menutup kemungkinan kalau munculnya kabar tidak sedap ini bakal berdampak negatif terhadap proses negosiasi yang tengah terjadi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini