Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Kondisi Keuangan Compang Camping, Arab Saudi Mainkan Kartu OPEC





PT Bestprofit Futures Pekanbaru - Ditelisik jauh kedalam, keputusan OPEC dalam pertemuan tidak resmi mereka di Aljazair kemarin, dipengaruhi oleh tuntutan Arab Saudi dan Iran yang menginginkan pengurangan produksi minyak. Harapannya hanya satu, harga minyak akan segera naik.

FINANCEROLL – Bagai petir disiang bolong, keputusan Arab Saudi dalam pertemuan Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) di Aljazair untuk mengurangi produksi minyak membuat harga minyak bereaksi naik. Langkah ini diambil Arab Saudi menyusul kondisi keuangan yang compang-camping dan berharap kenaikan harga minyak akan membantu mengisi kembali kas kerajaan.

Menteri Perminyakan Kerajaan Arab Saudi memang baru, Khalid al Falih baru menggantikan Ali al Naimi dalam enam bulan ini. Tidak seperi pendahulunya yang bersikeras bahwa harga minyak yang mahal dianggap tidak masuk akal. Terjadi karena ulah spekulan saja. Arab Saudi akhirnya tergoda pula dengan gula-gula pasar bebas minyak. Melepaskan kendali harga pada pasar dan ikut menikmati kenaikan harga minyak ini setelah dua tahun lamanya bersama Iran bersikeras untuk menggenjot produksi minyak mereka.

Bagi Arab Saudi, tuntutan memangkas produksi minyak agar harga minyak naik adalah untuk mengisi kas kerajaan yang sedang mengalami tekanan. Kerajaan Arab Saudi dibekap defisit anggaran yang cukup besar, tercatat sebagai yang terbesar diantara 20 negara dengan perekonomian maju secara global. Mereka memilih langkah ini dibandingkan melepaskan segera obligasi internasional pertama mereka. 

Disisi lain, Arab Saudi akan menghadapi tuntutan hukum pula setelah pihak Kongres AS pada Rabu kemarin memutuskan Amerika akan menuntut Arab Saudi atas tuduhan keterlibatan dalam peristiwa silam







Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini