Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Kondisi Keuangan Compang Camping, Arab Saudi Mainkan Kartu OPEC





PT Bestprofit Futures Pekanbaru - Ditelisik jauh kedalam, keputusan OPEC dalam pertemuan tidak resmi mereka di Aljazair kemarin, dipengaruhi oleh tuntutan Arab Saudi dan Iran yang menginginkan pengurangan produksi minyak. Harapannya hanya satu, harga minyak akan segera naik.

FINANCEROLL – Bagai petir disiang bolong, keputusan Arab Saudi dalam pertemuan Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) di Aljazair untuk mengurangi produksi minyak membuat harga minyak bereaksi naik. Langkah ini diambil Arab Saudi menyusul kondisi keuangan yang compang-camping dan berharap kenaikan harga minyak akan membantu mengisi kembali kas kerajaan.

Menteri Perminyakan Kerajaan Arab Saudi memang baru, Khalid al Falih baru menggantikan Ali al Naimi dalam enam bulan ini. Tidak seperi pendahulunya yang bersikeras bahwa harga minyak yang mahal dianggap tidak masuk akal. Terjadi karena ulah spekulan saja. Arab Saudi akhirnya tergoda pula dengan gula-gula pasar bebas minyak. Melepaskan kendali harga pada pasar dan ikut menikmati kenaikan harga minyak ini setelah dua tahun lamanya bersama Iran bersikeras untuk menggenjot produksi minyak mereka.

Bagi Arab Saudi, tuntutan memangkas produksi minyak agar harga minyak naik adalah untuk mengisi kas kerajaan yang sedang mengalami tekanan. Kerajaan Arab Saudi dibekap defisit anggaran yang cukup besar, tercatat sebagai yang terbesar diantara 20 negara dengan perekonomian maju secara global. Mereka memilih langkah ini dibandingkan melepaskan segera obligasi internasional pertama mereka. 

Disisi lain, Arab Saudi akan menghadapi tuntutan hukum pula setelah pihak Kongres AS pada Rabu kemarin memutuskan Amerika akan menuntut Arab Saudi atas tuduhan keterlibatan dalam peristiwa silam







Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)