Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Bursa AS reli ditenagai harga minyak





PT Bestprofit Futures Pekanbaru - NEW YORK. Bursa Amerika Serikat berkobar disulut kenaikan harga minyak mentah pada penutupan perdagangan Rabu. Indeks energi melesat 4,34% setelah seorang sumber OPEC mengatakan, grup pengekspor minyak ini sepakat mengurangi produksi minyak untuk pertama kali sejak tahun 2008.

Harga minyak meroket 6%, memicu saham Chevron menguat 3,2% dan Exxon Mobil 4,4%. Saham alat berat sepeti Caterpillar Inc terkena imbasnya, meloncat 4,48%. Kenaikan saham-saham energi menutup penurunan di grup saham telekomunikasi yang meluncur sampai 1,04%. 

Alhasil, Indeks Standard & Poor's 500 ditutup dengan penguatan 0,53% menjadi 5.318,55. Dow Jones Industrial Average menguat 0,61% pada penutupan pukul 4 sore waktu setempat menjadi 18.339,24. Nasdaq Composite Index juga menguat 0,24% menjadi 5.318,55.

Investor bursa saat ini juga memperhatikan arah pemilu presiden yang akan digelar 8 November nanti. Dari debat calon presiden pertama hari Senin lalu, Hollar Clinton masih lebih unggul dari kandidat lawannya yaitu Donald Trump. 

Tapi sektor energi merupakan penyetir terbesar korporasi pada 1,5 atau 2 tahun terakhir. Jika harga minyak stabil, kinerja mulai terlihat lebih baik," kata  Mark Kepner, managing director di Themis Trading di Chatham, New Jersey pada Reuters.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025