Postingan

MSCI makin selektif, Korsel gagal naik kasta ke Developed Market

  MSCI menilai reformasi pasar Korea Selatan (Korsel) belum sepenuhnya mengatasi hambatan aksesibilitas bagi investor global, serta belum cukup kuat mendorong pasar saham bernilai US$4,38 triliun ini menuju kelompok Developed Market. Dalam Tinjauan Klasifikasi Pasar 2026 yang diumumkan pada Selasa (23/6) pukul 20.38 GMT, MSCI mengakui otoritas pasar Koresl telah menempuh berbagai langkah untuk memperbaiki aksesibilitas pasar. MSCI menyebut won Korea masih belum dapat diperdagangkan secara offshore, sementara likuiditas perdagangan valuta asing domestik selama jam perdagangan yang diperpanjang, dinilai belum setara dengan standar Developed Market. “Investor institusi internasional perlu diyakinkan bahwa perdagangan won pada pasar overnight di Korea bisa menyediakan likuiditas yang besar, mendalam, dan konsisten dengan spread bid-ask yang sebanding dengan jam perdagangan reguler seperti mata uang pasar maju lainnya,” tulis MSCI dalam pengumumannya. Baca Juga: Salah promo, ...

Harga minyak naik pada perdagangan awal pekan ini. Mengutip Bloomberg,

  Harga minyak naik pada perdagangan awal pekan ini. Mengutip Bloomberg, Senin (22/6/2026) pukul 07.33 WIB, Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 77,55 per barel, naik 2,24% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 75,85 per barel. Harga minyak naik setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika Hizbullah terus menyerang Israel. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemajuan perundingan perdamaian antara Washington dan Teheran. Negosiasi antara Iran dan AS pada Minggu (21/6) di Swiss kurang mulus lantaran media Iran melaporkan bahwa Iran menghentikan pembicaraan di Swiss setelah ancaman Trump. Baca Juga: Rupiah Masih Berpeluang Tertekan pada Senin (22/6), Simak Sentimen Penggeraknya Namun, orang-orang yang mengetahi masalah tersebut mengatakan bahwa negosiasi dilanjutkan. Pertemuan tingkat tinggi di Swiss berlangsung di awal periode negosiasi selama 60 hari, setelah Trump menandatanga...

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

  Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini. Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan pada awal pekan ini pasar masih akan merespons gema dari keputusan FOMC (Federal Reserve) yang baru saja dirilis. Mengingat sinyal hawkish dari The Fed—di mana sekitar separuh anggota FOMC mengantisipasi kenaikan suku bunga di tahun 2026—tekanan terhadap mata uang emerging markets, termasuk rupiah, akan tetap terasa. Namun, BI diperkirakan akan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas agar pergerakan tidak terlalu liar. Baca Juga: Dividen Rp950 per Saham, 14 Saham Masuk Cum Dividen Hari ini, Cek Daftarnya & Yield! “Secara teknikal dan fundamental, rupiah kemungkinan besar masih akan bergerak dalam rentang konsolidasi yang cenderung fluktuatif, diperkirakan berada di kisaran Rp 17.800 hingga Rp 17.950 per dolar AS,” ujar Sutopo kepada Kontan, Jumat (19/6/2026). Sutopo melihat ada tiga poin krusial...

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

  Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026. Hari ini Senin (22/6/2026), sejumlah emiten saham memasuki jadwal cum dividen. Beberapa emiten tersebut menawarkan yield yang besar, hingga menembus sebesar Rp 950 per saham atau Rp 95.000 per lot sebelum dipotong pajak.. Cum dividen date adalah periode akhir suatu saham mengandung dividen. Investor yang ingin mendapatkan dividen harus membeli saham tersebut paling lambat saat cum dividen date dan menyimpannya hingga tanggal pencatatan penerima dividen (recording date). Berikut daftar emiten saham yang memasuki cum dividen date hari ini beserta potensi yield: Kode Dividen per Saham Harga Saham (19 Juni 2026) Dividend Yield TIFA Rp 4,00 Rp 278 1,44% AGII Rp 11,42 Rp 2.670 0,43% BATR Rp 2,00 Rp 90 2,22% BMHS Rp 1,03 Rp 183 0,56% CEKA Rp 150,00 Rp 2.380 6,30% DGWG Rp 6,50 Rp 302 2,15% ESTI Rp 2,00 Rp 129 1,55% HGII Rp 0,43 Rp 130 0,33% MDIY Rp 17,62 Rp 845 2,09% MKPI Rp 950,00 Rp 21.825 ...