Postingan

Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Corona, Netizen Luapkan Jengkel di #indonesiaterserah

Tagar #indonesiaterserah masuk dalam lima besar trending topic   Twitter di Indonesia pada Sabtu (16/5) siang WIB. Tagar ini merupakan wujud dari rasa sedih dan jengkel warganet di tengah pandemi  virus corona . Tagar yang muncul sejak Jumat (15/5) itu berisikan cuitan warganet yang kesal dan sedih karena banyak warga yang tidak taat aturan. Hal ini mengacu pada pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah ditetapkan di banyak daerah. Meski PSBB telah diberlakukan, kerumunan orang masih kerap terlihat. Mereka juga tidak mengikuti anjuran untuk tetap berada di rumah selama pandemi covid-19. Bahkan kerumunan yang menuai sorotan sempat terjadi di dua tempat. Pertama saat seremoni dan penumpukan penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang. "Ya begini kalau peraturan tumpang tindih. Tidak ada kejelasan, coba disanksi yang berat. Kan kasihan yang di garda terdepan," kicau @Harisahmadgoza3. " Kenapa nggak di rumah sampe benar-...

Cara Robot Ultraviolet di RI Sterilkan Alat Medis dari Corona

Manusia semakin mengandalkan  robot untuk meredam Covid-19 . Salah satu robot yang digunakan adalah robot pemancar sinar ultraviolet-C (UVC) untuk membunuh  virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dan bakteri lainnya. Pendiri Surgika Alkesindo (SA) Handy Gunawan mengatakan robot disinfektan bisa mematikan virus dan bakteri tanpa adanya paparan langsung ke ke manusia untuk mencegah penyebaran virus. "Disinfektan dengan robot sinar UVC jauh lebih aman karena bakteri dan virus dimatikan tanpa adanya residu, dengan robot artinya tidak ada paparan langsung ke kulit manusia atau mata manusia yang bisa mencegah efek yang tidak diinginkan," kata Handy saat dihubungi Kamis (14/5). Handy mengatakan kontaminasi patogen berbahaya dapat terjadi di rumah sakit. Kontaminasi ini disebut sebagai Healthcare-Associated Infection (HAI) pada setiap peralatan kesehatan di rumah sakit maupun klinik. "Risiko ini dapat membahayakan keselamatan tenaga kesehatan dan juga pas...

Protokol New Normal 19 Bandara yang Dikelola Angkasa Pura II

PT  Angkasa Pura II (Persero) atau AP II mengaku tengah mempersiapkan protokol kesehatan guna mengaktifkan kembali kegiatan di seluruh  bandara di tengah penyebaran virus corona. Bahkan, AP II menetapkan tim gugus tugas penanganan covid-19 untuk menerapkan the new normal . Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan seluruh langkah itu merupakan tindak lanjut dari permintaan Menteri BUMN Erick Thohir pada perusahaan pelat merah untuk mengantisipasi skenario the new normal yang tertuang dalam Surat Menteri BUMN Nomor S-336/MBU/05/2020. "Sesuai arahan Menteri BUMN, setiap BUMN, termasuk Angkasa Pura II saat ini sudah diminta mempersiapkan protokol guna mengantisipasi the new normal di tengah covid-19 sejalan dengan bidang usaha masing-masing," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (18/5). Ia menjelaskan protokol penanganan covid-19 itu, terkait tiga aktivitas bandara, yaitu operasional, pelayanan, dan komersial. Selain itu, protokol juga berlak...