Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bayang-bayang Corona Tekan Rupiah ke Rp14.482 per Dolar AS

 

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.482 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis (15/7) sore. Posisi ini melemah 2 poin atau 0,02 persen dari Rp14.480 per dolar as pada Rabu (14/7).

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.503 per dolar AS atau melemah dari Rp14.493 per dolar AS pada Rabu kemarin.

Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama baht Thailand minus 0,15 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,02 persen. Hanya ringgit Malaysia yang stagnan.

Lihat Juga :
Pekerja Pabrik WFO 100 Persen, PPKM Dinilai Tak Efektif


Sedangkan mata uang Asia lainnya berlabuh di zona hijau. Won Korea Selatan menguat 0,61 persen, yen Jepang 0,2 persen, peso Filipina 0,19 persen, yuan China 0,13 persen, rupee India 0,07 persen, dan dolar Singapura 0,04 persen.

Di jajaran mata uang utama negara maju, sebagian melemah dari dolar AS, seperti dolar Australia minus 0,09 persen, poundsterling Inggris minus 0,06 persen, dan rubel Rusia minus 0,03 persen.


Tapi sebagian lagi menguat, seperti franc Swiss menguat 0,31 persen euro Eropa 0,12 persen, dan dolar Kanada 0,02 persen.

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena jumlah kasus covid-19 di Indonesia terus meningkat. Selain itu, data ekonomi terbaru di dalam negeri, yaitu neraca perdagangan juga tidak memberi dampak penguatan kepada rupiah.

Pasalnya, surplus neraca dagang justru turun dari US$2,7 miliar pada Mei 2021 menjadi US$1,32 miliar pada Juni 2021.

"Jadi masih terpengaruh karena peningkatan jumlah kasus covid-19, sedangkan sentimen dari neraca dagang tidak membantu," ungkap Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain, menurutnya, rupiah juga masih terkena imbas dari rekor inflasi AS. Hal ini membuat pasar kembali menanti perubahan kebijakan moneter oleh bank sentral AS, The Federal Reserves.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)