Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

PPKM Darurat, Perusahaan Mulai Bahas PHK dengan Serikat Buruh

 

Presiden KSPI Said Iqbal mendapat informasi dari anggota bahwa sejumlah perusahaan mulai mengajak serikat pekerja untuk membahas pengurangan karyawan. Presiden KSPI Said Iqbal mendapat informasi dari anggota bahwa sejumlah perusahaan mulai mengajak serikat pekerja untuk membahas pengurangan karyawan.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan sejumlah perusahaan mulai membahas masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan serikat pekerja sebagai dampak PPKM darurat.

Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan perusahaan tersebut mayoritas berasal dari industri padat karya maupun padat modal seperti otomotif, peleburan besi dan baja, keramik, elektronik tekstil, garmen multinasional, dan sepatu.

"Mulai dari minggu lalu, kami dapat informasi hampir mayoritas anggota KSPI di industri tersebut sudah minta diskusi dengan serikat pekerja untuk melakukan efisiensi pengurangan karyawan," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (15/7).

Bahkan, kata dia, sebagian perusahaan telah menemui kesepakatan PHK dengan serikat pekerja seperti perusahaan di industri komponen otomotif, peleburan besi dan baja, serta keramik.

Sementara, sebagian perusahaan di sektor ritel, pusat perbelanjaan, logistik, transportasi sudah melakukan PHK. Kondisi ini terjadi akibat arus kas perusahaan berdarah-darah akibat PPKM darurat maupun pembatasan sebelumnya lantaran tidak bisa berproduksi maksimal.


"Kalau Pak Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi mengatakan jangan ada PHK, itu enggak diterima perusahaan. Mereka hanya melihat arus kasnya, tidak mungkin mereka kemudian pertahankan arus kas yang berdarah- darah, tidak ada output produksi, tetapi tetap bayar upah kemudian, tidak mungkin," tuturnya.
Lihat Juga :
Mantan Menteri BUMN Soegiharto Meninggal Dunia


Oleh sebab itu, ia menuturkan apabila pemerintah memperpanjang PPKM darurat hingga enam minggu seperti

maka berpotensi terjadi ledakan PHK. Kondisi ini akan pulih bergantung pada percepatan pemulihan ekonomi serta pengendalian covid-19.

"Akan terjadi ledakan PHK di depan bila PPKM darurat akan diperpanjang lagi sampai satu setengah bulan. Informasi dari media, Ibu Sri Mulyani mengatakan itu meskipun masih rencana, jika terjadi itu pasti ada ledakan PHK," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini