Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

PPKM Darurat, Perusahaan Mulai Bahas PHK dengan Serikat Buruh

 

Presiden KSPI Said Iqbal mendapat informasi dari anggota bahwa sejumlah perusahaan mulai mengajak serikat pekerja untuk membahas pengurangan karyawan. Presiden KSPI Said Iqbal mendapat informasi dari anggota bahwa sejumlah perusahaan mulai mengajak serikat pekerja untuk membahas pengurangan karyawan.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan sejumlah perusahaan mulai membahas masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan serikat pekerja sebagai dampak PPKM darurat.

Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan perusahaan tersebut mayoritas berasal dari industri padat karya maupun padat modal seperti otomotif, peleburan besi dan baja, keramik, elektronik tekstil, garmen multinasional, dan sepatu.

"Mulai dari minggu lalu, kami dapat informasi hampir mayoritas anggota KSPI di industri tersebut sudah minta diskusi dengan serikat pekerja untuk melakukan efisiensi pengurangan karyawan," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (15/7).

Bahkan, kata dia, sebagian perusahaan telah menemui kesepakatan PHK dengan serikat pekerja seperti perusahaan di industri komponen otomotif, peleburan besi dan baja, serta keramik.

Sementara, sebagian perusahaan di sektor ritel, pusat perbelanjaan, logistik, transportasi sudah melakukan PHK. Kondisi ini terjadi akibat arus kas perusahaan berdarah-darah akibat PPKM darurat maupun pembatasan sebelumnya lantaran tidak bisa berproduksi maksimal.


"Kalau Pak Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi mengatakan jangan ada PHK, itu enggak diterima perusahaan. Mereka hanya melihat arus kasnya, tidak mungkin mereka kemudian pertahankan arus kas yang berdarah- darah, tidak ada output produksi, tetapi tetap bayar upah kemudian, tidak mungkin," tuturnya.
Lihat Juga :
Mantan Menteri BUMN Soegiharto Meninggal Dunia


Oleh sebab itu, ia menuturkan apabila pemerintah memperpanjang PPKM darurat hingga enam minggu seperti

maka berpotensi terjadi ledakan PHK. Kondisi ini akan pulih bergantung pada percepatan pemulihan ekonomi serta pengendalian covid-19.

"Akan terjadi ledakan PHK di depan bila PPKM darurat akan diperpanjang lagi sampai satu setengah bulan. Informasi dari media, Ibu Sri Mulyani mengatakan itu meskipun masih rencana, jika terjadi itu pasti ada ledakan PHK," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)