Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

APM Belum Bisa Prediksi Pasar Mobil Imbas PPKM Darurat

 Pabrikan otomotif masih memantau dampak yang akan terjadi terhadap penjualan mobil di Tanah Air imbas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 3-10 Juli guna menekan penularan virus corona. Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor HPM Yusak Billy mengaku pihaknya belum dapat memperkirakan dampak kebijakan itu terhadap penjualan dalam waktu dekat atau selama bulan ini. "Tentunya Kami terus memonitor perkembangan pasar," kata Billy melalui pesan singkat, Kamis (8/7). Semenara, Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi juga berpendapat sama. Menurut Anton dampak terhadap penjualan nasional belum dapat diprediksi sebab PPKM darurat baru berjalan beberapa hari. Di samping itu ia menilai situasi yang terjadi kini terbilang dinamis. Baca juga: Daftar Harga Mobil PPnBM 0 Persen yang Turun per Juli Namun begitu, Anton berharap penjualan tidak serta merta merosot akibat penerapan PPKM. "Belum bisa prediksi ya karena situasi dinamis, tapi mudah-mudahan tidak turun," ucap Anton. Sementara itu Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra menilai PPKM sebetulnya tak hanya akan memberi dampak terhadap industri otomotif. Amelia meyakini sederet industri dan bisnis di Tanah Air pasti akan terkena dampak sebab pergerakan masyarakat terbatas. "Hampir semua bisnis harus memprioritaskan kesehatan yang utama. Jadi selama PPKM semua slow down. Tapi untuk otomotif kami masih trus mengamati dan mempelajari, jadi belum tahu berapa besar impact-nya," ujar Amelia. Baca juga: Paten Honda N7X Bocor, Tersibak Rencana Hybrid Amelia berharap agar secepatnya pandemi mereda dengan menurunnya tingkat penularan. Dengan begitu segala aktivitas perekonomian dan bisnis bakal kembali bergairah. "Semoga pandemi covid cepat teratasi sehingga business bisa segera berjalan normal," ucap Amelia. Sedangkan Billy berharap relaksasi PPnBM 100 persen khususnya untuk mobil dengan mesin 1.500 cc sampai Agustus 2021 agaknya masih bisa dimanfaatkan calon konsumen. Relaksasi PPnBM 100 persen direstui Kementerian Keuangan guna memberi dampak positif bagi penjualan otomotif akibat pandemi Covid-19. Kebijakan ini namun diragukan efektif selama pembatasan sebab ruang gerak masyarakat dibatasi. "Karena kedua kebijakan ini (PPKM dan PPnBM) dirancang pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia," tutup Billy.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini