Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Sebab Langit Kuning dan Matahari Jadi Biru di Beijing China

 

Badai pasir yang melanda China telah mengubah warna langit negeri Tiongkok itu menjadi kuning dan Matahari berubah menjadi warna biru. Peristiwa itu terjadi di Ibu Kota Beijing pada Minggu (28/3).

 

Badai debu itu merupakan badai kedua yang menghantam ibu kota China yang sebelumnya terjadi pada Sabtu, dan memicu langit berubah menjadi jingga.

Badai pasir dipicu oleh hembusan angin dari Mongolia yang tengah dilanda kekeringan, dan wilayah Barat Laut China. Alhasil jarak pandang di kota itu berkurang serta puncak gedung pencakar langit tertutup badai pasir.

 

Para pejalan kaki terpaksa menutup mata saat hembusan angin yang disertai debu menyapu jalanan yang dilalui.

Mengutip SCMP, kondisi cuaca yang buruk tidak menyurutkan antusiasme wisatawan untuk melancong ke beberapa tempat seperti ke museum dan Taman Yuyuantan di Beijing.

Lembaga Meteorologi China mengeluarkan peringatan akan adanya badai tersebut sejak Jumat (26/3). Lembaga itu memperingatkan bahwa akan ada badai pasir yang menyebar dari Mongolia ke provinsi China Utara, termasuk Mongolia Dalam, Shanxi, Liaoning dan Hebei, wilayah yang mengelilingi Beijing.

Saat badai pasir melanda Beijing pada Minggu pagi, tingkat polusi udara naik ke level maksimum 500. Kadar polutan PM10 dapat menembus paru-paru melewati 2.000 mikrogram per meter kubik.

Mengutip The Guardian, selain itu pad jumlah kadar PM2.5 terdapat partikel kecil yang dapat menembus aliran darah mencapai 462. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas minimum kadar polutan standar PM2.5 harian di udara hanya 25.

Badai juga menyebabkan kelumpuhan bandara di Mongolia Dalam. Setengah penerbangan telah dibatalkan dari bandara Baotou dan Chifeng karena jarak pandang yang buruk.

Kepala Prakirawan Pusat Meteorologi Observatorium China, Zhang Tao mengatakan wilayah China Utara dan Barat Laut memiliki penurunan curah hujan dan salju sejak Februari. Hal ini menyebabkan kekeringan dan cuaca berdebu, serta didorong oleh kuatnya angin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025