Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Sebab Langit Kuning dan Matahari Jadi Biru di Beijing China

 

Badai pasir yang melanda China telah mengubah warna langit negeri Tiongkok itu menjadi kuning dan Matahari berubah menjadi warna biru. Peristiwa itu terjadi di Ibu Kota Beijing pada Minggu (28/3).

 

Badai debu itu merupakan badai kedua yang menghantam ibu kota China yang sebelumnya terjadi pada Sabtu, dan memicu langit berubah menjadi jingga.

Badai pasir dipicu oleh hembusan angin dari Mongolia yang tengah dilanda kekeringan, dan wilayah Barat Laut China. Alhasil jarak pandang di kota itu berkurang serta puncak gedung pencakar langit tertutup badai pasir.

 

Para pejalan kaki terpaksa menutup mata saat hembusan angin yang disertai debu menyapu jalanan yang dilalui.

Mengutip SCMP, kondisi cuaca yang buruk tidak menyurutkan antusiasme wisatawan untuk melancong ke beberapa tempat seperti ke museum dan Taman Yuyuantan di Beijing.

Lembaga Meteorologi China mengeluarkan peringatan akan adanya badai tersebut sejak Jumat (26/3). Lembaga itu memperingatkan bahwa akan ada badai pasir yang menyebar dari Mongolia ke provinsi China Utara, termasuk Mongolia Dalam, Shanxi, Liaoning dan Hebei, wilayah yang mengelilingi Beijing.

Saat badai pasir melanda Beijing pada Minggu pagi, tingkat polusi udara naik ke level maksimum 500. Kadar polutan PM10 dapat menembus paru-paru melewati 2.000 mikrogram per meter kubik.

Mengutip The Guardian, selain itu pad jumlah kadar PM2.5 terdapat partikel kecil yang dapat menembus aliran darah mencapai 462. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas minimum kadar polutan standar PM2.5 harian di udara hanya 25.

Badai juga menyebabkan kelumpuhan bandara di Mongolia Dalam. Setengah penerbangan telah dibatalkan dari bandara Baotou dan Chifeng karena jarak pandang yang buruk.

Kepala Prakirawan Pusat Meteorologi Observatorium China, Zhang Tao mengatakan wilayah China Utara dan Barat Laut memiliki penurunan curah hujan dan salju sejak Februari. Hal ini menyebabkan kekeringan dan cuaca berdebu, serta didorong oleh kuatnya angin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini