Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

NASA Temukan 2.200 Calon Planet Baru di Luar Tata Surya

 

Satelit NASA yang diluncurkan pada 2018 dengan misi mengamati planet di luar tata surya (eksoplanet), Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), dilaporkan sudah menemukan sekitar 2.200 planet potensial.

 

NASA pada pekan lalu menjelaskan manfaat planet-planet ini telah diulas dalam makalah khusus yang merinci semua misi TESS selama dua tahun.

"Hal menarik yaitu melihat peta eksoplanet TESS seperti daftar yang harus dikerjakan, dengan 2.000 hal di dalamnya," kata Natalia Guerrero, penulis makalah itu sekaligus peneliti Massachusetts Institute of Technology.

 

Engadget menjelaskan sebanyak ratusan planet lebih kecil dari Bumi, sebagian di antaranya punya kondisi bebatuan seperti Bumi walau tidak pasti bisa dihuni manusia seperti TOI--700 d yang berjarak hanya 100 tahun cahaya.

Lalu ada LHS 3844 b yang disebut mirip Bumi namun sangat panas dengan waktu orbit hanya 11 jam. Kemudian TOI 1690 b diperkirakan sebagai korban bintang red giant yang menelan sendiri planet di orbitnya sendiri dan ada TOI 849 yang terlihat seperti planet gas tanpa pernah memiliki atmosfer.

Walau ribuan planet sudah ditemukan, tidak ada jaminan satu per satu bakal diteliti, sejauh ini NASA hanya pernah mengkonfirmasi 120 planet. NASA bakal menggunakan teleskop luar angkasa James Webb Space untuk mempelajari planet lebih rinci.

Sebelum TESS, NASA sudah punya satelit dengan misi serupa yang dinamakan Kepler. Satelit Kepler saat ini sudah lebih dari 10 tahun di angkasa dan menemukan setidaknya 2.342 planet di luar tata surya dan lebih dari 2.245 kandidat lainnya yang perlu dipelajari.

Puluhan planet temuan Kepler berada di zona habitat dari bintangnya yang disebut zona Goldilocks. Dalam area ini planet cukup jauh dengan bintang hingga air bisa tersedia, namun tidak terlalu dekat sampai terbakar panas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025