Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

NASA Temukan 2.200 Calon Planet Baru di Luar Tata Surya

 

Satelit NASA yang diluncurkan pada 2018 dengan misi mengamati planet di luar tata surya (eksoplanet), Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), dilaporkan sudah menemukan sekitar 2.200 planet potensial.

 

NASA pada pekan lalu menjelaskan manfaat planet-planet ini telah diulas dalam makalah khusus yang merinci semua misi TESS selama dua tahun.

"Hal menarik yaitu melihat peta eksoplanet TESS seperti daftar yang harus dikerjakan, dengan 2.000 hal di dalamnya," kata Natalia Guerrero, penulis makalah itu sekaligus peneliti Massachusetts Institute of Technology.

 

Engadget menjelaskan sebanyak ratusan planet lebih kecil dari Bumi, sebagian di antaranya punya kondisi bebatuan seperti Bumi walau tidak pasti bisa dihuni manusia seperti TOI--700 d yang berjarak hanya 100 tahun cahaya.

Lalu ada LHS 3844 b yang disebut mirip Bumi namun sangat panas dengan waktu orbit hanya 11 jam. Kemudian TOI 1690 b diperkirakan sebagai korban bintang red giant yang menelan sendiri planet di orbitnya sendiri dan ada TOI 849 yang terlihat seperti planet gas tanpa pernah memiliki atmosfer.

Walau ribuan planet sudah ditemukan, tidak ada jaminan satu per satu bakal diteliti, sejauh ini NASA hanya pernah mengkonfirmasi 120 planet. NASA bakal menggunakan teleskop luar angkasa James Webb Space untuk mempelajari planet lebih rinci.

Sebelum TESS, NASA sudah punya satelit dengan misi serupa yang dinamakan Kepler. Satelit Kepler saat ini sudah lebih dari 10 tahun di angkasa dan menemukan setidaknya 2.342 planet di luar tata surya dan lebih dari 2.245 kandidat lainnya yang perlu dipelajari.

Puluhan planet temuan Kepler berada di zona habitat dari bintangnya yang disebut zona Goldilocks. Dalam area ini planet cukup jauh dengan bintang hingga air bisa tersedia, namun tidak terlalu dekat sampai terbakar panas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)