Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Muslim Pro: Kini Orang Lebih Suka Baca Alquran dari Aplikasi

 

Aplikasi Muslim Pro menyampaikan sebagian besar orang lebih memilih online atau menggunakan aplikasi seluler untuk membaca Alquran hingga Alkitab atau sumber daya religius lainnya daripada menggunakan cetakan tradisional.

Hal itu berdasarkan survei baru terhadap konsumen Amerika Serikat (AS) yang menggunakan aplikasi keagamaan dan komunitas Muslim Pro.

Ketua Komunitas Muslim Pro, Zahariah Jupary mengatakan survei tersebut memberikan wawasan baru tentang bagaimana komunitas religius di seluruh AS telah mengatasi pandemi, yang secara signifikan membatasi cara orang hidup dan terhubung.

 

"Penutupan banyak tempat ibadah dan maraknya teknologi selama pandemi berdampak signifikan pada cara orang mengamalkan keyakinannya," ujar Zahariah dalam keterangan tertulis

Selasa (13/4).

Secara lebih spesifik, survei menemukan bahwa 34 persen orang AS yang religius masih lebih suka membaca teks cetak, 28 persen membaca online, dan 15 persen lainnya lebih suka menggunakan aplikasi doa atau studi agama. Sekitar 11 persen mengatakan mereka lebih suka rekaman audio.

Temuan kedua menunjukkan bahwa warga Muslim adalah pengguna teknologi terbesar. Sebanyak 46 persen responden Muslim mengaku lebih suka membaca online, dan 21 persen melalui aplikasi.

Temuan ketiga menunjukkan bahwa masyarakat AS meyakini bahwa segala sesuatunya akan menjadi lebih baik dengan berdoa dan membaca sumber-sumber keagamaan seperti Alquran, Alkitab atau Taurat. Sementara 13 persen mengatakan bahwa mereka menemukan kembali keyakinan mereka selama pandemi.

Kemudian, dampak pandemi juga membuat banyak orang lebih dekat dengan komunitas agama mereka. Sebanyak 63 persen orang yang percaya pada suatu agama mengatakan bahwa mereka lebih terhubung dengan kelompok kepercayaan mereka sejak pandemi.

"Hal ini terutama berlaku untuk Muslim di Amerika, dengan 44 persen mengatakan bahwa mereka lebih membutuhkan komunitas mereka pada tahun lalu," kutip hasil survei.

Muslim Pro menyampaikan survei tersebut bertepatan dengan peluncuran fitur khatam terbaru Muslim Pro di aplikasi.

Fitur itu memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan membaca Al-Quran dalam 30 hari secara individu dan dalam kelompok, memungkinkan Muslim global untuk terhubung satu sama lain secara virtual melalui aplikasi seluler, terlepas dari jarak di antara mereka.

Survei melibatkan 1.033 responden berusia di atas 16 tahun di AS antara 29 Maret hingga 1 April 2021. Survei dilakukan dari sampel orang dewasa AS, dengan minimal 50 dari kelompok agama termasuk Kristen, Islam, Budha dan Hinduisme.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)