Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga emas menyentuh titik terendah dalam 2,5 pekan

PT BESTPROFIT Harga emas menyentuh level terendah dalam 2,5 pekan. Rabu pukul 7.40 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2018 di Commodity Exchange turun 0,05% dari level penutupan kemarin menjadi US$ 1.317,90 per ons troi. 

Harga emas kembali bergerak di sekitar US$ 1.310 per ons troi kemarin setelah pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell. Orang nomor satu di bank sentral AS ini menyebut, The Fed akan melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap. BEST PROFIT

Pernyataan Powell menguatkan nilai tukar dollar dan menekan harga emas. "Pernyataan Powell cenderung netral soal kenaikan suku bunga," kata Bob Haberkorn, senior commodities strategist RJO Futures kepada Reuters. BESTPROFIT

Haberkorn mengatakan, kenaikan suku bunga tiga hingga empat kali sudah masuk dalam perhitungan pasar. Tapi, beberapa analis menganggap pernuataan Powell lebih hawkish. Satu hal yang mengagetkan beberapa pihak adalah, Powell menyebut langsung bahwa pasar saham dan volatilitas yang terjadi belakangan tidak menjadi kekhawatiran bank sentral," kata Jason Ware, chief investment officer Albion Financial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini