Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Tren bullish menyelimuti emas

PT BESTPROFIT Emas mampu bertahan di tengah perbaikan indeks dollar Amerika Serikat (AS). Jumat, harga emas kontrak pengiriman April 2018 di Commodity Exchange masih menguat tipis 0,07% jadi US$ 1.356,20 per ons troi dari hari sebelumnya. Dalam sepekan, harga si kuning sudah melesat 3,08%. 

Tingkat inflasi AS di Januari yang naik jadi 0,5% sempat membuat emas koreksi. Tapi si kuning kembali naik setelah AS mengumumkan penjualan ritel turun. Biro Sensus AS melaporkan penjualan ritel turun 0,3%. Ini di luar ekspektasi para ekonom, yang optimistis penjualan ritel naik 0,2%. 

Menurut Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf, hal ini membuat tingkat probabilitas kenaikan suku bunga The Federal Reserve turun. Sebelumnya, potensi kenaikan suku bunga AS lebih agresif semakin besar lantaran inflasi tahunan sudah tembus ke level 2,1%. BEST PROFIT

Tambah lagi, kini beredar kabar defisit anggaran AS bakal melebar. Ini lantaran belanja pemerintah di anggaran yang diajukan Presiden Donald Trump naik tinggi. "Pasar masih melihat ekonomi AS tidak bagus," terang Alwi. 

Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar menambahkan, pelaku pasar juga dilanda kekhawatiran terhadap pencapaian pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam di kuartal I-2018. Kenaikan inflasi yang disertai dengan penurunan penjualan ritel malah berpeluang menekan pertumbuhan ekonomi. BESTPROFIT

Apalagi, JP Morgan merevisi target pertumbuhan ekonomi AS kuartal I-2018 dari 3% menjadi 2,5%. Ini yang membuat pelaku pasar memburu emas," kata dia, kemarin. Katalis tersebut membuat emas berada dalam tren bullish.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)