Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, Tumbuh 17,5% pada Semester I-2026

 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil mencetak kinerja positif pada semester I-2026 dengan perolehan laba mencapai Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp26,53 triliun. Merujuk laporan keuangannya, capaian tersebut salah satunya didorong oleh penurunan beban bunga BRI sebesar 5,87% yoy menjadi Rp27,39 triliun. Pendapatan bunga juga berhasil tumbuh 5,41% menjadi Rp107,92 triliun. Adapun pendapatan bunga bersih bank serta pendapatan jasa asuransi naik 10,13% yoy menjadi Rp81,18 triliun. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BRI berhasil tumbuh 6,64% yoy menjadi Rp48,5 triliun. Baca Juga: DPK Perbankan Melambat, Bank Mulai Genjot Dana Murah Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI sejatinya berhasil tumbuh dua digit dalam periode ini, sebesar 16,2% yoy menjadi Rp1.646 triliun. Ini menjadi salah satu pendorong tumbuhnya aset bank sebesar 11,57% yoy menjadi Rp2.352 triliun. Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) BRI tumbuh 6,7% yoy menjadi Rp1.581 triliun. Pertumbuhan DPK utamanya ditopang oleh dana murah yang tumbuh 10,1%, komposisinya mencapai 67,6%. Seiring dengan itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 3,15%, namun NPL net naik menjadi 1,04%.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?