Dampak Perang AS-Israel: Yen Jepang Terpuruk, Fed Bisa Tunda Penurunan Suku Bunga

  Yen Jepang (JPY) mempertahankan penurunan terbarunya di sekitar 157,6 per dolar As pada hari Rabu (4/3). JPY tertekan oleh dolar AS karena kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dapat membuat harga energi tetap tinggi memicu kekhawatiran inflasi.  Seperti dikutip Trading Economics , Rabu (4/3), pasar mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve , menunda prediksi penurunan berikutnya dari Juli ke September.  Dolar juga muncul sebagai pemimpin yang jelas di antara mata uang safe-haven karena perang AS-Israel di Iran memasuki hari kelima.  Presiden AS Donald Trump menyuarakan kekhawatiran bahwa serangan tersebut dapat membawa kepemimpinan Iran baru yang sama mengkhawatirkannya dengan rezim sebelumnya. Ini menggarisbawahi hasil konflik yang tidak pasti.  Sementara itu, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan intervensi pasar mata uang tetap menjadi pilihan untuk mendukung yen. Otoritas akan memant...

Konflik Timur Tengah Memanas, Dolar AS Terangkat Kekhawatiran Inflasi

 

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) naik ke sekitar 99,3 pada hari Rabu (4/3). Ini memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga karena kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dapat mempertahankan reli harga energi uamg memicu kekhawatiran inflasi

Seperti dikutip Trading economics, Rabu (4/3), para pedagang mengurangi ekspektasi untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Sekarang  pasar memperkirakan pengurangan berikutnya pada bulan September alih-alih Juli, meskipun dua pemotongan 25 basis poin masih diharapkan tahun ini. 

Dolar juga didukung oleh permintaan aset aman karena perang AS-Israel di Iran memasuki hari kelima. Israel menyerang sebuah gedung tempat para ulama bertemu untuk memilih Pemimpin Tertinggi baru pada hari Selasa. 

Presiden AS Donald Trump menyuarakan kekhawatiran bahwa serangan tersebut dapat membawa kepemimpinan Iran baru yang sama mengkhawatirkannya dengan rezim sebelumnya. Ini menggarisbawahi lintasan konflik yang tidak pasti. 

Dolar AS menguat secara luas, mencatatkan kenaikan terbesar sejauh ini minggu ini terhadap euro (EUR) dan mata uang yang sensitif terhadap harga komoditas seperti dolar Australia (AUD).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025