Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Konflik Timur Tengah Memanas, Dolar AS Terangkat Kekhawatiran Inflasi

 

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) naik ke sekitar 99,3 pada hari Rabu (4/3). Ini memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga karena kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dapat mempertahankan reli harga energi uamg memicu kekhawatiran inflasi

Seperti dikutip Trading economics, Rabu (4/3), para pedagang mengurangi ekspektasi untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Sekarang  pasar memperkirakan pengurangan berikutnya pada bulan September alih-alih Juli, meskipun dua pemotongan 25 basis poin masih diharapkan tahun ini. 

Dolar juga didukung oleh permintaan aset aman karena perang AS-Israel di Iran memasuki hari kelima. Israel menyerang sebuah gedung tempat para ulama bertemu untuk memilih Pemimpin Tertinggi baru pada hari Selasa. 

Presiden AS Donald Trump menyuarakan kekhawatiran bahwa serangan tersebut dapat membawa kepemimpinan Iran baru yang sama mengkhawatirkannya dengan rezim sebelumnya. Ini menggarisbawahi lintasan konflik yang tidak pasti. 

Dolar AS menguat secara luas, mencatatkan kenaikan terbesar sejauh ini minggu ini terhadap euro (EUR) dan mata uang yang sensitif terhadap harga komoditas seperti dolar Australia (AUD).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)