Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Dampak Perang AS-Israel: Yen Jepang Terpuruk, Fed Bisa Tunda Penurunan Suku Bunga

 

Yen Jepang (JPY) mempertahankan penurunan terbarunya di sekitar 157,6 per dolar As pada hari Rabu (4/3). JPY tertekan oleh dolar AS karena kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dapat membuat harga energi tetap tinggi memicu kekhawatiran inflasi. 

Seperti dikutip Trading Economics, Rabu (4/3), pasar mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, menunda prediksi penurunan berikutnya dari Juli ke September. 

Dolar juga muncul sebagai pemimpin yang jelas di antara mata uang safe-haven karena perang AS-Israel di Iran memasuki hari kelima. 

Presiden AS Donald Trump menyuarakan kekhawatiran bahwa serangan tersebut dapat membawa kepemimpinan Iran baru yang sama mengkhawatirkannya dengan rezim sebelumnya. Ini menggarisbawahi hasil konflik yang tidak pasti. 

Sementara itu, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan intervensi pasar mata uang tetap menjadi pilihan untuk mendukung yen. Otoritas akan memantau penurunan JPY "dengan rasa urgensi yang kuat" dan berkoordinasi erat dengan AS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)