Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Rebound pada Kamis (5/3) Pagi, Mengekor Kenaikan Wall Street

 

Bursa Asia bergerak rebound pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi, setelah anjlok kemarin. 

Mengutip Bloomberg, pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 naik 2.224,81 poin atau 4,13% ke 56.477,43, Hang Seng naik 335,17 poin atau 1,32% ke 25.583,65, Taiex naik 1.198,91 poin atau 3,65% ke 34.032,03, Kospi naik 577,22 poin atau 11,28% ke 5.668,28, ASX 200 naik 24,99 poin atau 0,28% ke 8.926,10, Straits Times naik 37,61 poin atau 0,79% ke 4.850,96 dan FTSE Malaysia naik 8,46 poin atau 0,50% ke 1.706,68.

Bursa Asia rebound setelah aksi jual kemarin, mengekor rebound di Wall Street yang didorong oleh optimisme data ekonomi. 

Indeks Kospi melonjak 11%, pulih dari titik terendah dalam sejarah indikator tersebut. Indeks MSCI Asia Pasifik yang lebih luas naik 2,8%.

Kenaikan bursa Asia mengikuti rebound di Wall Street yang didukung reli saham perusahaan teknologi besar. 

"Saya pikir para pelaku pasar sedang mengamati dan mencoba untuk mengatakan bagaimana ini aan berjalan? Apa tujuan akhirnya?" kata David Solomon, kepala eksekutif Goldman Sachs dalam wawancara dengan Bloomberg TV.

"Seiring dengan bertambahnya informasi yang dimiliki dalam beberapa hari mendatang, satu atau dua minggu mendatang, saya pikir ini akan berdampak pada premi risiko."

Di sisi lain, pasar tetap akan fokus pada minyak, karena lonjakan harga setelah perang Iran mengancam kenaikan inflasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?