Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pasca 9 hari terbang, tenaga Dow Jones melemah



PT Best Profit Futures Pekanbaru Indeks Dow Jones Industrial Average turun untuk kali pertama dalam sepuluh hari terakhir pada Kamis. Indeks Dow Jones ditutup di zona merah setelah berhasil dibuka menguat tipis di awal perdagangan sehingga berhasil mencetak rekor baru. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 53,36 poin dan ditutup di posisi 22.359,23. Saham Apple dan Procter & Gamble memberikan kontribusi terbesar dalam penurunan indeks ini. Best Profit Pekanbaru

Sementara, indeks S&P 500 tercatat turun 0,3% menjadi 2.500,6. Saham-saham di sektor teknologi, telekomunikasi, dan barang konsumen menjadi pemberat indeks semalam. Adapun indeks Nasdaq turun 0,52% menjadi 6.422,69. Saham-saham teknologi mengalami penurunan. Sebut saja Micosoft, Amazon, dan Facebook. PT Bestprofit Pekanbaru

Pergerakan bursa AS dipengaruhi oleh kebijakan The Federal Reserve pada Rabu. The Fed mengumumkan bahwa mereka akan memulai membuka neraca perdagangan mereka senilai US$ 4,5 triliun pada Oktober mendatang. Selain itu, The Fed tidak menaikkan suku bunga acuan dari posisi saat ini di kisaran 1% hingga 1,25%. Meski demikian, prediksi market terkini menunjukkan, The Fed masih berkemungkinan besar menaikkan suku bunga acuannya. Bestprofit Pekanbaru

Namun ada juga analis yang berpendapat sebaliknya. Pernyataan The Fed pada Rabu kemarin sedikit hawkish dan sedikit dramatis. Beberapa tahun lalu, target Yellen untuk bunga acuan adalah 2% dan kita masih belum ke sana," jelas Mark Spellman, portofolio manager Alphne Funds. Bpf Pekanbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini