Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Asia turun tipis menanti The Fed



PT Best Profit Futures Pekanbaru Pasar saham Asia turun tipis pada transaksi perdagangan pagi ini, Rabu. Kondisi ini terjadi seiring langkah investor yang menanti kebijakan moneter baru dari pertemuan The Federal Reserve yang berlangsung selama dua hari.Data CNBC menunjukkan, pada pukul 08.11 waktu Hong Kong, Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,05% setelah melaju 2% pada Selasa kemarin. Best Profit Pekanbaru

Sementara, Indeks Kospi turun 0,07%. Kenaikan saham-saham otomotif tak banyak berpengaruh akibat penurunan saham teknologi dan ritel. Misalnya saja, saham Hyundai Motor naik 1,07%, Samsung Electronics turun 0,15% dan Lotte Shopping turun 3,03%.  PT Bestprofit Pekanbaru

Seperti yang diberitakan sebelumnya, The Fed diprediksi akan menahan suku bunga acuannya pada Rabu waktu AS. Investor menanti penjelasan detil mengenai bagaimana bank sentral akan membuka neraca perdagangan mereka senilai US$ 4,5 triliun. Bestprofit Pekanbaru

Selain itu, hal yang menjadi fokus lainnya adalah dot plot The Federal Open Market Committee. Ini merupakan chart yang menunjukkan ekspektasi anggota The Fed mengenai masa depan suku bunga acuan. Ekspektasi market untuk kenaikan suku bunga pada Desember semakin naik beberapa hari terakhir, di mana CME Group's FedWatch tool di posisi 62,7%.  Bpf Pekanbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)