Postingan

Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Luhut Nilai Omnibus Law Ciptaker Pemanis Investasi Jalan Tol

  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan  menilai keberadaan RUU  Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) akan menarik investasi proyek  jalan tol di dalam negeri. "Apalagi kami melihat omnibus law akan selesai, maka sovereign wealth fund (dana abadi) akan jalan. Itu nanti asing akan banyak dan mungkin masuk ke jalan tol ini," tutur Luhut dalam acara Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo, Rabu (9/9). Terkait progres proyek sejumlah jalan tol di Tanah Air, Luhut mengaku telah meminta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk mempercepat masalah pembebasan lahan. Menurutnya, pemerintah sudah mengalokasikan sekitar Rp27 triliun hingga akhir tahun ini. Tapi saya juga ingin kita semua tertib administrasi. Sehingga semua proses, walaupun cepat, tapi tetap sesuai aturan main," tegasnya. Selain itu, ia juga meminta agar studi kelayakan dilakukan dengan benar. Jadi, saat para investor m...

Bahlil Klaim LG dan 2 Perusahaan Relokasi Bisnis ke Batang

  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) Bahlil Lahadalia mengklaim ada tiga perusahaan yang akan masuk ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang , Jawa Tengah. Tiga perusahaan ini termasuk LG , perusahaan elektronik asal Korea Selatan. Ketiganya merupakan bagian dari tujuh perusahaan yang sukses dibawa RI untuk merelokasi investasinya ke Indonesia. Namun, beberapa perusahaan lain memilih kawasan lainnya, seperti Jawa Barat, Banten, hingga Sumatera Utara. "Di Batang, sekarang sudah ada tiga perusahaan masuk. Perusahaannya gede-gede. LG juga masuk sana," ujarnya dalam diskusi daring, dilansir Antara, Rabu (9/9). Perusahaan-perusahaan itu juga diwajibkan untuk bermitra dengan pengusaha lokal setempat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Bukan berpartner dengan pengusaha Jawa Tengah di Jakarta. Enggak mau saya. Kalau dengan orang Jawa Tengah di Jakarta, itu namanya memperkaya yang sudah kaya," jelasnya. Bahlil mengaku ingin me...

Kuota Kartu Prakerja Tersisa 1,71 Juta Peserta per September

  Kuota peserta untuk program Kartu Prakerja  tersisa 1,71 juta pada awal September 2020. Sisa kuota ini berasal dari jumlah sementara kepesertaan sampai pendaftaran gelombang ketujuh yang baru saja ditutup pada Senin (7/9) kemarin.  Pada tahun ini, pemerintah mematok kuota Kartu Prakerja sebanyak 5,6 juta peserta. Dari alokasi target itu, sebanyak 3.080.918 sudah terisi dari hasil pendaftaran gelombang pertama sampai enam.  "Kalau ditambah dengan 800 ribu peserta dari gelombang ketujuh yang akan segera diumumkan, maka akan menjadi 3.880.918 peserta," terang Head of Communication PMO Kartu Prakerja Louisa Tuhatu, Rabu (9/9).  Artinya, sisa kuota tinggal 1.719.082 peserta. Rencananya, sisa kuota peserta ini akan dipenuhi dari tiga gelombang pendaftaran lagi, namun belum diketahui waktu pasti pembukaan gelombang kedelapan.  Pemerintah mengalokasikan dana Rp20 triliun untuk program Kartu Prakerja pada tahun ini. Sayangnya, belum ada rincian pasti ber...