Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

RUPSLB Lippo Cikarang (LPCK) Ubah Susunan Komisaris

 

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) telah resmi mengangkat Ketut Budi Wijaya menjadi Komisaris menggantikan posisi Charles Rigoux yang mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut telah mendapatkan restu dari pemegang saham melalui hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Adapun surat pengunduran diri Charles Rigoux telah diterima oleh perseroan pada 17 Juli 2026 dan telah disampaikan juga melalui keterbukaan informasi kepada publik pada 20 Juli 2026.

"Pemegang saham menerima pengunduran diri Bapak Charles Rigoux dari jabatannya sebagai Komisaris Perseroan, dan menyetujui pengangkatan Bapak Ketut Budi Wijaya, menggantikan dan meneruskan sisa masa jabatan Bapak Charles Rigoux terhitung sejak ditutupnya RUPSLB," tulis manajemen melalui keterangan resminya, Selasa (15/9/2026).

Perseroan meyakini bahwa pengalaman, kompetensi, serta kepemimpinan para anggota akan semakin memperkuat tata kelola perusahaan dan mendukung akselerasi strategi pertumbuhan jangka panjang LPCK.

"Dengan susunan kepemimpinan yang baru, LPCK akan terus berfokus pada pengembangan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis sebagai kawasan terpadu yang menghadirkan hunian, komersial, dan fasilitas pendukung yang berkelanjutan," tulis manajemen.

Sebagai informasi, pada semester I tahun 2026, LPCK mencatat pra-penjualan mencapai Rp902 miliar, setara dengan 53% dari target tahun 2026 dan meningkat 14% dibandingkan Rp791 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya minat pasar terhadap produk residensial, khususnya rumah tapak yang berkontribusi sebesar 69% dari total pra-penjualan.

Pada periode yang sama, Perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp318 miliar, dengan EBITDA margin yang meningkat menjadi 20% dari 13% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Adapun susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang baru, sebagai berikut:

Dewan Komisaris :

Presiden Komisaris (Independen) : Didik Junaedi Rachbini
Komisaris Independen : Hadi Cahyadi
Komisaris : Ketut Budi Wijaya
Komisaris : George Raymond Zage III

Dewan Direksi :

Presiden Direktur : Agus Arismunandar
Direktur : Marshal Martinus Tissadharma
Direktur : Indryanarum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini