Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

TBS Energi Utama (TOBA) Teken Perjanjian Jual Beli Listrik PLTS dengan PLN

 

PT TBS Energi Utama (TOBA) melaporkan telah mendapat kontrak baru dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pada Senin (12/2), TOBA Bersama dengan PLN Nusantara Power  selaku konsorsium, meneken perjanjian jual beli Listrik  (PJBL) dengan PLN Batam. Perjanjian ini terkait penyedia Listrik tenaga surya terapung berkapasitas 46 megawatt peak (MWp)

Jangka waktu meneken perjanjian jual beli listrik ini adalah 25 tahun. Perjanjian ini masih bersifat non efektif dan akan berlaku saat TOBA melalui anak usahanya dan PLN Nusantara Power telah membentuk perusahaan patungan.

Seluruh hak dan kewajiban TOBA dalam perjanjian jual beli listrik ini akan dialihkan ke perusahaan patungan tersebut.

Direktur TBS Energi Utama Mufti Utomo menyebut, perjanjian jual beli listrik  tersebut akan memberikan kontribusi positif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha TOBA. Sebab, perjanjian jual beli listrik ini merupakan upaya TOBA untuk melakukan pengembangan usaha ramah lingkungan dan mencapai netralitas karbon pada 2030.

“Secara jangka panjang, penandatanganan perjanjian jual beli listrik ini akan memperkuat kondisi keuangan TBS Energi Utama,” tulis Mufti dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (15/2).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini