Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Aplikasi Trading HSB Sebut telah Diunduh Lebih dari 1 Juta Kali

 

Perdagangan pasar valuta asing dan derivatif tetap memberikan kinerja berkilau pada tahun 2021. Pasalnya pasar ini terus bertumbuh pada semester I tahun ini. Bursa Komoditi & Derivatif Indonesia (BKDI/ ICDX) mencatat pertumbuhan kinerja pasar multilateral hingga 57,9 persen pada paruh pertama tahun ini.

Total nilai transaksi mampu menyentuh angka Rp.126 Triliun pada pasar valuta asing dan derivatif. ICDX memprediksikan bahwa pasar masih akan terus berkembang hingga akhir tahun 2021 seiring dengan pemulihan ekonomi diberbagai negara.

Hal tersebut juga berdampak terhadap aplikasi HSB. Aplikasi yang dibesut perusahaan fintech PT Handal Semesta Berjangka (HSB) ini disebut telah memiliki jumlah unduhan lebih dari 1 juta kali.

"Sejak berdirinya kami tetap berpegang pada prinsip berbasis teknologi dan inovasi, serta berkomitmen untuk menjadi perusahaan teknologi di bidang keuangan terkemuka di Indonesia, dengan menyediakan solusi transaksi online yang transparan, fair, berteknologi tinggi," ujar Hendrik Hartono, Direktur Utama HSB dalam keterangannya, Kamis (2/9).

Dilanjutkan Hartono, aplikasi HSB juga memiliki banyak fitur untuk mendukung kebutuhan para nasabah dalam melakukan trading. Pada tahun ini, HSB berhasil meraih penghargaan sebagai “Most Improved Broker of The Year 2021” dari Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

HSB selalu memprioritaskan keamanan dan kenyamanan nasabah yang akan bertransaksi, oleh karenanya aplikasi HSB sudah memiliki izin usaha resmi dari BAPPEBTI, yang menunjukan legalitas sebuah platform, selaku regulator terkait sehingga memiliki kualifikasi izin usaha sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

HSB juga merupakan anggota dari ASPEBTINDO yang merupakan sebuah asosiasi yang didirikan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan serta memperkuat integritas industry Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia. Berdasarkan pantauan Merdeka.com, aplikasi ini memiliki rating 4.9 dan sudah direview oleh penggunanya sebanyak 59 ribu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini