Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Rusia Akan Pasok Junta Myanmar Perangkat dan Pesawat Militer

 

Rusia menegaskan bahwa mereka akan terus memperkuat sistem pertahanan Myanmar dengan memasok perangkat keras militer termasuk pesawat tempur untuk junta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Industri Senjata Rusia Rosoboronexport Alexander Mikheev seperti dilaporkan kantor berita Interfax, Rabu (21/7).

"Ada kerjasama erat antara kami dalam penyediaan perangkat militer, termasuk pesawat terbang," kata Alexander Mikheev seperti dikutip dari Reuters.

Namun dia tidak memberikan rincian lebih lanjut peralatan tempur apa saja yang akan dikirimkan ke Myanmar.

Tangan Kanan Suu Kyi Meninggal Covid di Penjara Junta Myanmar

Dalam pameran dirgantara tahunan Rusia yang dihadiri Presiden Vladimir Putin Selasa (20/7), Mikheev menyebut Myanmar salah satu klien utama Rosoboronexport di Asia Tenggara.

Selain itu, kata dia, Myanmar juga mitra utama Rostec, konglomerat pertahanan dan kedirgantaraan Rusia.

Rusia memang menjadi salah satu pemasok senjata bagi Myanmar.

Singapura Kecewa ASEAN Lambat Tangani Krisis Myanmar

Bulan lalu pemimpin junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing melakukan kunjungan ke Rusia.

Saat bertemu Rusia Sergei Shoigu, Min mengucapkan terima kasih ke Moskow karena terus memperkuat militer mereka selama ini.

Shoigu juga berkomitmen bahwa Rusia akan terus memperkuat hubungan militer dengan Myanmar.

Shoigu menganggap Myanmar sebagai salah satu mitra strategis dan sekutu yang dapat diandalkan.

Kerja sama pertahanan antara kedua negara telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Moskow memberikan pelatihan militer dan beasiswa universitas kepada ribuan tentara Myanmar. Rusia juga menjual senjata ke militer Myanmar, yang saat ini masuk daftar hitam sejumlah negara Barat.

Sejumlah aktivis HAM menganggap Moskow melegitimasi kudeta militer 1 Februari lalu karena menjamu Aung Hlaing dan melanjutkan kesepakatan perdagangan senjata dengan Myanmar.

Baru-baru ini, junta Myanmar menolak resolusi Majelis Umum PBB yang menyerukan embargo senjata ke negara tersebut. Embargo senjata diterapkan setelah junta militer Myanmar terus menindak brutal para pedemo anti-kudeta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025