Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Demo Krisis Air Bersih Berujung Rusuh di Iran, 3 Orang Tewas

 

Sekitar tiga orang tewas tertembak dalam demonstrasi berujung kerusuhan memprotes kekurangan pasokan air bersih dalam sepekan terakhir, di Provinsi Khuzestan, barat daya Iran.

Salah satu dari tiga korban tewas itu merupakan perwira polisi. Gubernur Khuzestan, Fereydoun Bandari, menuturkan polisi itu tewas saat mengamankan demonstrasi di kota pelabuhan Mahshahr.

"Rakyat Khuzestan menggelar protes malam hari, protes yang telah terpendam selama bertahun-tahun," kata surat kabar reformis Arman-e Melli, seperti dikutip Arab News pada Kamis (22/7).

Sementara itu, di Izeh, gubernur setempat, Hassan Nobovati, mengatakan seorang pemuda ditembak mati oleh perusuh dalam demonstrasi serupa. Kerusuhan unjuk rasa di Izeh turut melukai 14 polisi.

Pemerintah di Kota Shadegan mengatakan seorang pengunjuk rasa ditembak mati oleh para perusuh dalam demo itu.


Sejumlah video yang tersebar di media sosial menunjukkan demonstrasi terjadi di Ahvaz, Hamidiyeh, Izeh, Mahshahr, Shadegan, dan Susangerd. Ratusan pedemo meneriakkan slogan anti-pemerintah, sambil dikelilingi polisi anti huru-hara.

Surat kabar Etemad melaporkan tagar #SayaHaus dalam bahasa Arab menjadi tren di media sosial demi menarik perhatian dunia terkait penderitaan rakyat Khuzestan.

Khuzestan adalah rumah bagi minoritas kaum Muslim Sunni di Iran yang sebagian besar penduduknya menganut Syiah. Kaum Sunni di Iran kerap mengeluh sering terpinggirkan akibat perbedaan aliran kepercayaan mereka.

Pada 2019, Provinsi Khuzestan menjadi titik utama protes anti-pemerintah.

"Ada tanda-tanda protes dan kerusuhan di provinsi itu sejak lama tetapi para pejabat seperti biasa menunggu sampai kisruh untuk mengatasinya," bunyi laporan Etemad.

Demonstrasi kali ini dipicu oleh kekurangan air bersih yang selama ini dirasakan rakyat Khuzestan ketika

musim panas tiba. Pada Rabu kemarin, stasiun televisi pemerintah Iran memperlihatkan antrean panjang truk air di depo air bersih yang terletak di beberapa daerah Khuzestan.

Selama bertahun-tahun, gelombang musim panas ekstrem dan badai pasir musiman terus membuat dataran Khuzestan yang dulu subur menjadi gersang dan tandus.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim menjadi pemicu utama kekeringan di daerah tersebut.

"Karena hampir 5 juta orang Iran di Khuzestan kekurangan akses ke air minum bersih, Iran gagal menghormati, melindungi, dan memenuhi hak atas air bersih, yang terkait erat dengan hak standar kesehatan tinggi," bunyi pernyataan kelompok aktivis Human Rights Activists.

Presiden Hassan Rouhani pada awal Juli lalu mengatakan Iran sedang menghadapi kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan curah hujan turun 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah pusat mengutus perwakilan ke Khuzestan pekan lalu untuk mengatasi kekurangan air.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini