Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Sebab Orangutan Kalimantan Berambut Halus bak Baru dari Salon

 

Seekor orangutan betina bernama Fani dilaporkan memiliki rambut yang indah daripada orangutan lain yang ada di Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari, Kalimantan Timur. Fani yang berusia 21 tahun memiliki rambut begitu indah seakan-akan baru saja keluar dari salon.

Pengelola Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari menjelaskan rambut Fani yang tergerai dan berkilau adalah hasil dari kebiasaannya menghabiskan waktu berjam-jam di kanopi.

Fani disebut tak seperti orangutan lain yang ada di tempat rehabilitasi. Fani diketahui jarang turun ke tanah. Dia memilih berpindah tempat dengan bergelantung dari satu cabang pohon ke pohon lain. Sehingga dia terhindar dari lumpur dan tanah yang ada di dasar hutan

"Bergerak melalui pepohonan juga memungkinkan dahan dan batang tipis menyisir rambutnya secara alami, menambah penampilannya yang terawat," kutip keterangan tim komunikasi Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari, Senin (26/10).

Tak hanya Fani, seekor orangutan betina bernama Kikan, yang juga tinggal di Pulau Samboja juga telah mulai mengikuti jejak Fani.

Di sisi lain, Fani masih dalam pengawasan Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari. Sebab, Fani masih belum memenuhi syarat untuk dibebaskan. Dia diketahui gagal menguasai sejumlah keterampilan bertahan hidup, misalnya membangun sarang dan mencari makan.

"Kekurangan dalam keterampilan dan perilaku alami ini disebabkan oleh lamanya waktu yang ia habiskan di penangkaran sebelum diselamatkan," kutip tim komunikasi.

Namun, fakta bahwa Fani kini bisa hidup di pulau buatan, meski dengan bantuan dan pengawasan teknisi, merupakan suatu perbaikan.

Fani saat ini berbagi tempat tinggal dengan orangutan lain, yakni Romeo dan Kikan. Fani merupakan yang paling dominan dari ketiganya. Hal itu terlihat saat dia berada di kompleks sosialisasi, sebelum pindah ke pulau rehabilitas.

Bahkan Romeo, meski berjenis kelamin laki-laki dikabarkan sangat berhati-hati saat mendekati Fani, karena dikenal bisa membuktikan dominasinya lewat serangan jika diprovokasi.

 

Saat ini, Fani disebut jarang terlihat di tempat makan menunggu pengiriman makanan. Fani lebih diketahui sibuk menjelajahi pulau dan sangat menikmati kebebasan bergerak di ruang terbuka.

Fani diketahui pernah dipelihara di Gelanggang Samudra Jaya Ancol Jakarta sebelum dipindahkan ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)