Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Ekspor Produk Halal RI Hanya 3,8 Persen, Kalah dari Brasil

 

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti rendahnya ekspor produk halal RI yang hanya 3,8 persen dari total pasar halal dunia. Indonesia, katanya, jauh ketinggalan dari Brasil sebagai eksportir produk halal, padahal bukan negara Muslim.

Dia menyebut Brasil pada 2019 lalu mampu mengekspor produk senilai US$5,5 miliar yang terdiri dari makanan dan minum halal, serta daging sapi dan unggas.

"Kita harus bisa memanfaatkan pasar halal dengan meningkatkan ekspor yang saat ini hanya berkisar sekitar 3,8 persen dari total pasar halal dunia," katanya dalam video conference dalam webinar Jakarta Post bertajuk Sharia Finance Gaining Momentum in Indonesia's Economic Recovery, Rabu (28/10).

Lebih lanjut, ia menyebutkan Indonesia belum mampu memanfaatkan pasar Muslim global yang pada 2018 mencapai US$2,2 triliun dan diperkirakan terus berkembang mencapai US$3,3 triliun pada 2024 mendatang.

Indonesia sebagai negara Muslim terbesar dunia, katanya melansir data Boston Consulting Group, memiliki sekitar 64,5 juta atau 27,5 persen dari total 233 juta Muslim Indonesia. Sementara, potensi pasar Muslim global mencapai 1,8 miliar orang atau 24,1 persen dari total penduduk dunia.

"Dengan semua argumen itu, saya melihat ekonomi syariah memiliki potensi dalam berperan besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya melihatnya sebagai arus baru ekonomi Indonesia," ujarnya.

Karena itu lah, ia menyebut pemerintah berambisi tak hanya menyediakan pasar ekonomi syariah untuk masyarakat RI, namun juga dunia.

Sejalan dengan itu, salah satu langkah yang diambil pemerintah lewat Kementerian Perindustrian adalah membangun dua kawasan industri halal dalam negeri yaitu Modern Halal Valley di Cikande, Banten dan Safe n Lock Halal Industrial Park di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

"Selain itu kita juga harus mampu mengisi produk halal lain di fashion seperti hijab dan pakaian Muslim yang digemari," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)