Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ekspor Produk Halal RI Hanya 3,8 Persen, Kalah dari Brasil

 

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti rendahnya ekspor produk halal RI yang hanya 3,8 persen dari total pasar halal dunia. Indonesia, katanya, jauh ketinggalan dari Brasil sebagai eksportir produk halal, padahal bukan negara Muslim.

Dia menyebut Brasil pada 2019 lalu mampu mengekspor produk senilai US$5,5 miliar yang terdiri dari makanan dan minum halal, serta daging sapi dan unggas.

"Kita harus bisa memanfaatkan pasar halal dengan meningkatkan ekspor yang saat ini hanya berkisar sekitar 3,8 persen dari total pasar halal dunia," katanya dalam video conference dalam webinar Jakarta Post bertajuk Sharia Finance Gaining Momentum in Indonesia's Economic Recovery, Rabu (28/10).

Lebih lanjut, ia menyebutkan Indonesia belum mampu memanfaatkan pasar Muslim global yang pada 2018 mencapai US$2,2 triliun dan diperkirakan terus berkembang mencapai US$3,3 triliun pada 2024 mendatang.

Indonesia sebagai negara Muslim terbesar dunia, katanya melansir data Boston Consulting Group, memiliki sekitar 64,5 juta atau 27,5 persen dari total 233 juta Muslim Indonesia. Sementara, potensi pasar Muslim global mencapai 1,8 miliar orang atau 24,1 persen dari total penduduk dunia.

"Dengan semua argumen itu, saya melihat ekonomi syariah memiliki potensi dalam berperan besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya melihatnya sebagai arus baru ekonomi Indonesia," ujarnya.

Karena itu lah, ia menyebut pemerintah berambisi tak hanya menyediakan pasar ekonomi syariah untuk masyarakat RI, namun juga dunia.

Sejalan dengan itu, salah satu langkah yang diambil pemerintah lewat Kementerian Perindustrian adalah membangun dua kawasan industri halal dalam negeri yaitu Modern Halal Valley di Cikande, Banten dan Safe n Lock Halal Industrial Park di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

"Selain itu kita juga harus mampu mengisi produk halal lain di fashion seperti hijab dan pakaian Muslim yang digemari," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini